Pahami Aturan soal Lampu Kendaraan

Kompas.com - 02/07/2019, 14:22 WIB
Ilustrasi lampu mobil. Autoguide.comIlustrasi lampu mobil.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Segala hal tentang berkendara diatur oleh pemerintah, tak terkecuali pada sektor pencahayaan. Kadar cahaya dan warna lampu suatu kendaraan tak boleh sembarangan, guna menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Hal tersebut tertulis dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 tahun 2012 mengenai Kendaraan, yang mengacu pada Undang-undang Nomor 22 tahun 2009. Jadi, memodifikasi lampu kendaraan tidak boleh sembarangan.

"Masih ada memang (pelanggar), saya tidak tahu alasannya karena cukup beragam. Namun yang perlu diperhatikan adalah bahwa semua tindakan berkendara sudah ada aturannya dan tentu, bagi para pelanggar akan dilakukan tindakan," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Dalam pasal 286 disebutkan, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor beroda empat atau lebih di jalan, yang tidak memenuhi persyaratan laik jalan sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat 3 juncto pasal 48 ayat 3, dipidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Baca Juga : Aturan Hukum Tingkat Kegelapan Kaca Film Mobil

Pada kesempatan terpisah, Jusri Pulubuhu, Pendiri dan Direktur Pelatih Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) juga menyarankan lebih baik pemilik kendaraan jangan mengubah pencahayaan motor atau mobilnya bila belum memahami aturan yang sudah ditetapkan.

"Sebenarnya lampu yang diberikan oleh pabrikan itu sudah sesuai kebutuhan dan aturan. Tapi bila memang ingin mengubahnya agar lebih terang, sesuai aturan mainnya saja. Pertimbangkan juga pengguna jalan lain atas dampak ubahan yang akan dilakukan itu," kata dia.

Tentang aturan daya pancar dan arah sinar lampu utama tercantum pada PP Nomor 55 Tahun 2012, pasal 64 ayat (2) huruf g, meliputi;


a.  daya pancar lampu utama lebih dari atau sama dengan 12.000 (dua belas ribu) candela;

b.  arah sinar lampu utama tidak lebih dari 0 derajat 34’ (nol derajat tiga puluh empat menit) ke kanan dan 1 derajat 09’ (satu derajat nol sembilan menit) ke kiri dengan pemasangan lampu dalam posisi yang tidak melebihi 1,3% (persen) dari selisih antara ketinggian arah sinar lampu pada saat tanpa muatan dan pada saat bermuatan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X