BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Isuzu

Menakar Haluan Bisnis Isuzu di Pasar Otomotif Indonesia

Kompas.com - 20/04/2019, 13:17 WIB
Menjajal fitur di Isuzu mu-X Kompas.com/Setyo Adi Menjajal fitur di Isuzu mu-X

KOMPAS.com - Eksistensi Isuzu di pasar otomotif dunia khususnya Indonesia sudah tidak diragukan lagi.

Sejak kehadirannya di tanah air pada 1960, Isuzu sukses bertransformasi menjadi brand legendaris dan telah mendapatkan tempat di hati masyarakat Indonesia, khususnya terhadap produk bermesin diesel.

Produk-produk Isuzu seperti Bison (1960), T Series (1970), Panther (1991), D-Max (2003), MU-X (2014) dengan mudah ditemui di jalan raya pada masanya.

Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Ernando Demily, mengaku Isuzu siap menghadapi tantangan industri otomotif nasional yang trennya terus berubah seiring dengan perkembangan zaman.

“Ini menjadi pertimbangan serius untuk menjadi relevansi terhadap minat konsumen saat ini,” papar Ernando.

Salah satu langkah yang diambil Isuzu agar tetap eksis di pasar otomotif Indonesia adalah mengubah haluan bisnisnya, yakni dengan memperluas segmentasi produk.

“Selain segmen MPV, kami banyak masuk pada segmen komersial dengan produk Isuzu Elf, Isuzu GIGA dan terakhir Isuzu Traga. Tak Cuma itu, kami juga masuk pada segmen SUV dan double cabin dengan Isuzu mu-X dan D-max,” lanjut Ernando.

Diwartakan Kompas.com, Senin (14/1/2019), Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksi jika pasar otomotif sepanjang 2019 ini, kurang lebih mirip seperti 2018.

Total penjualan mobil baru pun ditargetkan tembus sekitar 1,1 juta unit tak berbuah meski dihadapkan dengan musim politik.

Maka dari itu, tak heran jika Isuzu melakukan berbagai macam langkah agar dapat berperan lebih dalam hal penjualan.

Peremajaan merek

Selain mengubah haluan bisnis, Isuzu juga turut mengubah jargonnya “Rajanya Diesel” menjadi “Real Partner Real Journey”.

Keputusan tersebut diakui Isuzu merupakan langkah yang berani mengingat jargon Rajanya Diesel sudah akrab dengan konsumen Indonesia. Namun hal tersebut perlu dilakukan karena menyesuaikan selera pasar masa kini.

“Kami mengakui tagline itu sangat berjaya di masanya, tapi untuk sekarang?,” papar Ernando.

Peremajaan tagline merek, lanjut Ernando, dilakukan atas dasar beberapa alasan dengan tujuan menjaga kelanggengan merek pada suatu 

“Dengan proses yang cukup panjang, maka pada hari ini kami perkenalkan tagline baru kami Isuzu real Partner Real Journey,” ujar Ernando.

Sebagai informasi, Isuzu memiliki ambisi menjadi market leader untuk pasar Indonesia setelah berhasil mencatatkan diri sebagai pemimpin pasar di lebih dari 40 negara di seluruh dunia. 

Diwartakan Kompas.com, Jumat (09/06/2017), Isuzu berhasil mencetak prestasi mentereng di benua Asia, dengan memiliki cengkeraman kuat di Jepang, Malaysia, Filipina dan Vietnam.

Dengan modal seperti itu dan lewat perubahan tagline tersebut, Isuzu berharap jika ambisinya tersebut dapat segera terealisasi.

“Kami mau jadi nomor satu juga di Indonesia, dan terkait dengan kapan waktunya, itu masuk ke dalam part of the strategy. Namun tentunya, kami akan terus memperkuat segmen per segmen,” tutup Ernando.

Perlu diketahui, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengalami pertumbuhan positif pada 2018. Pada tahun itu, total penjualan seluruh produk otomotifnya mencapai 5.286 unit, tumbuh 23,3 persen dibandingkan periode 2017 lalu yang hanya 20.502 unit


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Gerry Salim Siap Balapan Moto3 di GP Italia 2019

Gerry Salim Siap Balapan Moto3 di GP Italia 2019

Sport
Ingin Mudik Aman dan Nyaman, Perhatikan Ini

Ingin Mudik Aman dan Nyaman, Perhatikan Ini

Tips N Trik
Kata Suzuki soal Bocoran Harga Jimny

Kata Suzuki soal Bocoran Harga Jimny

News
[POPULER OTOMOTIF] Jimny | Pesaing PCX dan NMAX | Suzuki Burgman

[POPULER OTOMOTIF] Jimny | Pesaing PCX dan NMAX | Suzuki Burgman

Feature
Peugeot Bicara Mobil Listrik buat Indonesia

Peugeot Bicara Mobil Listrik buat Indonesia

News
Rumitnya Menciptakan Ban MotoGP

Rumitnya Menciptakan Ban MotoGP

Sport
Jangan Sepelekan Tutup Pentil Ban

Jangan Sepelekan Tutup Pentil Ban

Tips N Trik
Astra Peugeot Belum Pilih Opsi CKD

Astra Peugeot Belum Pilih Opsi CKD

News
Dovi Merasa Desmosedici GP19 Kurang Kencang

Dovi Merasa Desmosedici GP19 Kurang Kencang

Sport
Skutik Bongsor Masih Irit Diskon di Jakarta Fair 2019

Skutik Bongsor Masih Irit Diskon di Jakarta Fair 2019

News
Ragam Helm 'Full Face' Rp 500.000-an di Jakarta Fair 2019

Ragam Helm "Full Face" Rp 500.000-an di Jakarta Fair 2019

Aksesoris
Suzuki GSX-R dan GSX-S 150 Tersedia Warna Baru

Suzuki GSX-R dan GSX-S 150 Tersedia Warna Baru

News
Ban Kurang Angin Justru Bisa Bikin Pentil Mudah Robek

Ban Kurang Angin Justru Bisa Bikin Pentil Mudah Robek

Tips N Trik
Chevrolet Siapkan 11 Posko dan Bengkel Siaga

Chevrolet Siapkan 11 Posko dan Bengkel Siaga

News
Astra Peugeot Pilih Bermain di Segmen 'Luxury'

Astra Peugeot Pilih Bermain di Segmen "Luxury"

News