Wuling Almaz Kejar Honda CR-V dan Glory 580

Kompas.com - 18/03/2019, 13:49 WIB
SUV 5 penumpang andalan Wuling, AlmazKompasOtomotif - AFH SUV 5 penumpang andalan Wuling, Almaz

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai pendatang baru di segmen sport utility vehicle ( SUV), Wuling Almaz ternyata langung mendapat sambutan hangat di pasar otomotif Indonesia. Kondisi ini dibuktikan dari angka wholesales Februari 2019 yang mencatat pencapaian Almaz lebih tinggi dari tiga kompetitor utamanya yang sama-sama menggunakan mesin 1.500 turbo.

Berdasarkan data distribusi wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), selama Februari 2019 Wuling sudah mendistribusikan Almaz sebanyak 586 unit. Setelah itu disusul oleh Honda CR-V sebanyak 454 unit.

Sedangkan untuk DFSK Glory 580 yang sama-sama sebagai pabrikan asal China, sampai saat ini angka wholesales-nya sendiri belum tercantum di data Gaikindo. Sebelumnya pada Januari 2019, Glory 580 diklaim meraih distribusi wholesales sebanyak 103 unit, sementara untuk retailnya sebanyak 109 unit.

Baca juga: Avanza atau Xpander, Ini MPV Terlaris di Februari 2019

Saat mengkonfirmasikan soal ini, PR dan Digital Manager PT Sokonindo Automobile Arviane Dahniarny, mengatakan bila pihaknya sudah memberikan data penjualan, baik wholesales dan retail ke Gaikindo sejak 11 Maret 2019 lalu.

All New Honda CR-V 1.5 TurboAditya Maulana - Otomania All New Honda CR-V 1.5 Turbo
"Kami tidak tahu kenapa datanya DFSK tidak ada, kami sudah kasih data 11 Maret lalu ke Gaikindo. Untuk Februari kemarin wholesales Glory 580 sebanyak 156 unit, dan angka retailnya 133 unit," ujar Arviane kepada Kompas.com, Senin (18/3/2019).

Baca juga: Wuling Almaz Versus CR-V Turbo dan DFSK Glory 580

Meski secara kubikasi dan spesifikasi sama-sama mengunakan mesin 1.500 cc lengkap dengan turbo, namun PT Honda Prospect Motor (HPM) sebelumnya mengatakan bahwa kedua produk asal China tersebut bukan kompetitor bagi CR-V. HPM mengklaim Wuling Almaz maupun DFSK memiliki konsumen sendiri yang berbeda dari produknya.

"Tidak (bukan saingan), kalau merek China mereka punya pasarnya sendiri. Tantangan besar mereka juga masih ada seperti purnajual, biaya servis, resale value, dan lainnya," ucap Direktur Pemasaran dan Purnajual HPM Jonfis Fandy, beberapa waktu lalu.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X