Kaleidoskop Otomotif 2018

Kaleidoskop 2018, Lahirnya AMMDes Kendaraan Desa Karya Anak Bangsa

Kompas.com - 17/12/2018, 11:42 WIB
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat meresmikan Alat Mekanis Multiguna Perdesaan ( AMMDes) di acara Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (02/08/2018). Pada pameran otomotif GIIAS kali ini mengusung tema Beyond Mobility yaitu mobil-mobil teknologi masa depan yang diklaim ramah lingkungan, Acara ini akan berlangsung hingga 12 Agustus 2018. ANDREAS LUKAS ALTOBELIPresiden Republik Indonesia Joko Widodo saat meresmikan Alat Mekanis Multiguna Perdesaan ( AMMDes) di acara Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (02/08/2018). Pada pameran otomotif GIIAS kali ini mengusung tema Beyond Mobility yaitu mobil-mobil teknologi masa depan yang diklaim ramah lingkungan, Acara ini akan berlangsung hingga 12 Agustus 2018.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain produk baru dari mobil dan motor, dunia otomotif Tanah Air juga kehadiran tamu baru di 2018. Tepat saat berlangsungnya pameran mobil nasional di Tangerang pada Agsutus lalu, Alat Mekanis Multiguna Pedesaan atau AMMDes, secara resmi diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo ( Jokowi).

Proyek AMMDes sendiri diawali dengan rencana pembuatan mobil desa yang waktu itu bertujuan untuk menggerakan perekonomian di desa-desa. Mulai sebagai pengangkut hasil tani, pengolahan padi, perairan, dan sebagainya.

Dari Esemka ke AMMDes

Sukiyat yang dulu namanya tenar pada mobil nasional Esemka juga menjadi tokoh di balik lahirnya AMMDes. Pria asal Klaten, Jawa Tengah, ini akhirnya memilih fokus pada AMMDes setelah disingkirkan dari Esemka yang dulu dipeloporinya saat Jokowi masih mejawabat sebagai Wali Koto Solo.

Baca juga: Misi Besar di Balik Peluncuran AMMDes

Meski demikian Kiat mengakui bila AMMDes sendiri merupakan embrio dari Esemka. Berawal dari kecintaannya untuk membuat sebuah kendaraan, akhirnya Kiat berinisiatif untuk membuat sebuah kendaraan yang dikhususkan bagi para petani di desa.

"Awalnya dari ide membuat mobil untuk petani di desa yang saya beri nama Kiat Mahesa Nusantara (KMN) mulai dari 2014. Pada November 2017 meluncur prototipe AMMDes kedua yang dulu namanya itu masih Moda Angkutan Hemat Pedesaan atau Mahesa Nusantara, sempat dihadiri oleh pak Jokowi juga di begkel saya," ujar Kiat kepada Kompas.com, Senin (17/12/2018).

Generasi AMMDes di Klaten, Jawa Tengah Generasi AMMDes di Klaten, Jawa Tengah
Singkat cerita, dari sambutan hangat Jokowi tersebut, akhirnya muncul gagasan untuk membuat dan mengembangakan menjadi AMMDes yang seiring dengan terbukanya kerjasama dengan PT Astra Otoparts Tbk melalui anak perusahaannya, PT Velasto Indonesia yang juga memproduksi mobil perkebunan bernama Wintor.

Kolaborasi Saham dan Produksi

Peluang mewujudkan AMMDes makin besar setelah terjalinan kerja sama dengan Astra. Berawal dari Kiat Inovasi Indonesia (KII) dan PT Velasto akhirnya dibuat menjadi PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) dan PT Kiat Mahesa Wintor Distributor (KMWD), sementara AMMDes pun diberi merek Kiat Mahesa Wintor (KMW).

Untuk KMWI memiliki fungsi untuk merancang, merekayasa, serta memproduksi AMMDes, sementara untuk KMWD akan bertugas untuk memasarkan, menjual, berserta pemasaran suku cadang dan aktifitas aftersalesnya. Menurut Kiat, KMWI akan berkantor di kawasan Citeureup, Bogor, sementara KMWD tetap berada di Klaten.

Kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes)STANLY RAVEL Kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes)
Baca juga: Produksi AMMDes Libatkan Petani Desa

Sedangkan untuk kepemilikan saham, menurut Kiat, pihaknya melalui KII hanya memegang saham 49 persen. Sedangkan sisanya sebesar 51 persen lagi oleh Velasto.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X