Kompas.com - 30/11/2018, 08:22 WIB
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sempat turun-naik, kabar mobil Esemka terdengar lagi. Kali ini, diklaim oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), kalau mobil yang melekat dengan sosok Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu, sudah dalam tahap persiapan produksi massal.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, menjelaskan, sampai saat ini memang sudah ada 12 unit mobil Esemka yang melakukan uji tipe, namun tidak semuanya lolos.

"Data terakhir ada 12 unit mobil Esemka. Semuanya sudah melakukan uji tipe, tapi dari 12 itu hanya 11 unit saja yang lolos," ucap Budi kepada Kompas.com, Kamis (29/11/2018).

Baca juga: Intip Spesifikasi Digdaya, Double Cabin Esemka

Sayangnya Budi tidak mengingat secara detail jenis dan apa nama mobil produksi Boyolali yang tidak lulus tersebut. Tapi dia memastikan sudah ada pemberitahuan untuk melakukan perbaikan agar unit yang tidak lolos bisa kembali menjalani uji tipe.

Ketika disinggung masalah produksi, Budi tidak bisa berbicara banyak. Namun, dia menginformasikan bahwa pikap Esemka akan menjadi model pertama yang masuk dalam produksi massal.

Model double cabin Esemka Digdaya.Dari akun Facebook Anindya Tejo Martoyo. Model double cabin Esemka Digdaya.
Baca juga: Jokowi: Bukan Presiden yang Bikin Esemka

"Soal produksi ranahnya pabrikan, dia mau kapan mulai karena otomatis kalau sudah lolos uji tipe itu artinya sudah bisa berjalan produksi, tapi memang rencananya yang pikap lebih dulu," ucap Budi.

Meski pihak produsen Esemka sampai detik ini masih menutup diri, namun adanya kabar ini semakin memberikan sinyal kuat akan kehadiran Esemka. Pada Oktober 2018 lalu, Kompas.com baru mendapatkan bocoran bila sudah ada delapan unit Esemka yang lolos uji tipe, dengan penambahan tiga lagi, berarti sudah ada 11 unit Esemka yang mengantongi Surat Uji Tipe (SUT) Kemenhub.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.