Mercedes-Benz GLA 200 AMG Line Blusukan di Yogyakarta - Kompas.com

Mercedes-Benz GLA 200 AMG Line Blusukan di Yogyakarta

Kompas.com - 21/09/2018, 17:05 WIB
Tes drive Mercedes-Benz GLA 200 AMG Line YogyakartaDok. MBDI Tes drive Mercedes-Benz GLA 200 AMG Line Yogyakarta


YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Untuk lebih mengenalkan mobil murahnya di segmen SUV kompak, PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) mengajak beberapa wartawan berpetualang singkat menggunakan GLA 200 AMG Line di Yogyakarta. Momen ini juga bagian dari seleberasi 20 tahun SUV Mercy mengaspal di Tanah Air.

Dengan dimensi yang kompak seperti hatchback dan mesin 1.600 cc turbo, GLA diajak mengunjungi salah satu pantai yang berada di desa Kanigoro Kecamatan Saptosari Gunungkidul, sekitar 55 km dari kota Gudek. Medan yang dilalui juga bervariasi, mulai dari perkotaan, jalan berliku, sampai pedesaan.

Perjalanan awal dilepas dari Museum Dirgantara Mandala. Untuk menuju pantai Ngrenehan, rombongan diarahkan melintasi Wonosari dengan sajian medan berliku dan menanjak. Para awak media termasuk Kompas.com ditantang merasakan performa dan handling yang dimiliki model entry level di keluarga SUV Mercy tersebut.

Baca juga: GLA 200 AMG Line, Jadi Mobil Termurah Mercedes-Benz

Tes drive Mercedes-Benz GLA 200 AMG Line YogyakartaSTANLY RAVEL Tes drive Mercedes-Benz GLA 200 AMG Line Yogyakarta

Bicara soal handling, untuk sekelas mobil Eropa tidak perlu diragukan lagi. Lintasan berliku saat melaju di kawasan Gunungkidul menjadi makanan empuk bagi GLA 200, apalagi dengan posisi berkendara yang sporty dengan jok model semi bucket dan lingkar kemudi ala flat buttom.

Bermodalkan dimensi yang kompak, GLA cukup asik diajak meliuk melibas tikungan menanjak. Ditunjang dengan sistem pengerak roda depan yang membuat setiap bantingan setir kian responsif.

Mesin 1.600 cc GLA 200 AMG LineSTANLY RAVEL Mesin 1.600 cc GLA 200 AMG Line

Urusan kenyamanan suspensi juga tidak kalah memanjakan penumpang ketika memasuki daerah pedesaan dengan permukaan jalan yang bergelombang dan berlubang. Namun sayang, sisi visibilitas berkendara menurut Kompas.com sedikit terganggu dengan desain pilar A yang melandai, terutama pada sisi kanan.

Mengaplikasi mesin 1.600 cc turbo dengan tenaga 156 tk dan torsi 250 Nm, membuat GLA 200 masih sanggup menawarkan tenaga terbaik bagi pengendaranya. Ditambah dengan hadirnya empat pilihan mode berkendara yang bisa disesuikan dengan kondisi jalan, yakni Eco, Comfort, Sport, dan Individual.

Empat pilihan mode berkendara GLA 200 AMG LineDok. MBDI Empat pilihan mode berkendara GLA 200 AMG Line

Tapi kondisi test drive dengan sistem pengawalan membuat Kompas.com tidak bisa mengeksplor terlalu banyak keempat fitur ini. Pada intinya, keempat mode berkendara ini berpengaruh pada respon mesin, sensitivitas kemudi, dan juga transmisi.

Baca juga: Mercy Mau Geser Model Andalan Selain Sedan

Saat menjajal mode Comfort, putaran mesin terasa lebih stabil yang berada di rpm 1.500-an. Kemudi pun dalam kondisi normal, artinya tidak berat dan tidak enteng, mode ini memang dirancang untuk memberikan kenyamanan berkendara dan cocok digunakan untuk harian.

Test drive Mercedes-Benz GLA 200 AMG LineSTANLY RAVEL Test drive Mercedes-Benz GLA 200 AMG Line

Tapi saat memindahkan ke mode Sport, pengemudi mendapatkan sensasi yang berbeda. Mulai dari putaran mesin yang lebih tinggi sampai respon pedal gas yang ready kapan pun untuk menyuplai tenaga. Sayangnya, tak ada waktu dan ruang untuk merasakan tenaga atasnya yang diklaim bisa mencapai 215 kpj.



Close Ads X