Produksi Motor Viar Masih Jauh dari Kapasitas Pabrik

Kompas.com - 30/08/2018, 12:42 WIB
Deretan sepeda motor listrik Viar Q1 yang dibawa ke sebuah acara yang digelar di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Minggu (26/8/2018).Kompas.com/Alsadad Rudi Deretan sepeda motor listrik Viar Q1 yang dibawa ke sebuah acara yang digelar di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Minggu (26/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Produsen sepeda motor Via punya pabrik  yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah. Kapasitas produksinya tercatat mampu mencapai 18.000 unit per bulan.

Namun sampai sejauh ini, produksi motor Viar masih sangat jauh dari jumlah tersebut. Sebab rata-rata produksinya hanya berada di angka 3.000 unit per bulan.

Mulai beroperasi sejak 2007, Direktur Marketing PT Triangle Motorindo (Viar Motor Indonesia) Sutjipto Atmodjo menyebut jumlah produksi maksimal yang pernah dilakukan terjadi pada 2008. Saat itu, jumlah motor yang  diprodukai Viar sempat mencapai 18.000 unit dalam satu bulan.

Baca juga: Motor Retro Viar Mulai Dilirik

Pabrik sepeda motor Viar yang berlokasi di Bukit Semarang Baru (BSB), Jawa Tengah.Viar Motor Indonesia Pabrik sepeda motor Viar yang berlokasi di Bukit Semarang Baru (BSB), Jawa Tengah.

"Setelah itu sampai dengan saat ini, produksi motor kita belum pernah full," kata Sutjipto saat ditemui di Jakarta, Minggu (26/8/2018).

Selama eksis di industri otomotif Indonesia, Sutjipto mengakui Viar hanya mengandalkan penjualan dari sektor kendaraan niaga. Wilayah dengan penjuaan tertinggi berada di Jawa Timur.

Namun kondisi tersebut kini sedang berupaya diubah oleh produsen merek asli Indonesia tersebut. Menurut Sutjipto, kini pihaknya sedang beruapaya mengandalkan penjualan dari lini produk roda dua.

Baca juga: Viar Juga Menanti Jokowi Terbitkan Perpres EV

Gunadi (41), pria yang akan memulai perjalanan dari Jakarta ke Pegunungan Himalaya di Nepal dengan mengendari sepeda motor Viar Vortex 250.Kompas.com/Alsadad Rudi Gunadi (41), pria yang akan memulai perjalanan dari Jakarta ke Pegunungan Himalaya di Nepal dengan mengendari sepeda motor Viar Vortex 250.

Karena itu, Sutjipto senang dengan keterlibatan Vair dalam perjalanan seorang biker Indonesia, Gunadi Himalaya. Dalam perjalanan tersebut, Gunadi diketahui mengendarai salah motor adventure Viar, Vortex 250.

Tak hanya itu, Viar juga berharap payung hukum untuk kendaraan listrik segera diterbikan. Bila nantinya sudah diterbitkan, Sutjipto menyatakan pihaknya akan langsung menggenjot produk dan penjualan motor listrik Q1.

Baca juga: Viar Bukan Cuma Motor Gerobak

"Pastinya kita berharap brand awarness ke depannya meningkat. Sehingga penjualan kita bisa naik," kata Sutjipto.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X