Kenapa Mobil "Zaman Now" Gampang Ringsek Jika Tabrakan?

Kompas.com - 17/07/2018, 17:04 WIB
Mobil Lamborghini milik Hotman Paris Hutapea yang mengalami kecelakaan Tribunnews.com/Theresia FelisianiMobil Lamborghini milik Hotman Paris Hutapea yang mengalami kecelakaan
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada anggapan di masyarakat otomotif Indonesia, menganggap kalau bodi mobil terbaru yang dipasarkan lebih ringkih alias mudah rusak. Kondisi ini dianggap benar oleh sebagian pihak dan sebaliknya.

Bila diperhatikan dengan seksama, mobil-mobil generasi terbaru acapkali lebih mudah hancur pada bagian depan, saat terjadi tabrakan. Kondisi ini berbeda dengan mobil lawas yang relatif dianggap lebih tahan benturan.

Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) Mukiat Sutikno, menjelaskan, bagian depan mobil zaman now sengaja diciptakan lebih mudah hancur, karena demi melindungi keselamatan pejalan kaki (pedestrian) ketika terjadi kecelakaan.

Menurut Mukiat, penggunaan teknologi yang aman bagi pedestrian kini semakin menjadi tuntutan yang mesti dipenuhi oleh produsen mobil. Jadi, material yang biasa digunakan pada bemper bukan lagi baja. Tetapi sudah memanfaatkan bahan plastik berkualitas tinggi.

"Kalau zaman dulu ketika mobil tabrakan, mobilnya tidak kenapa-kenapa pasti dianggap aman. Kalau sekarang tidak begitu. Mobilnya boleh hancur yang penting orangnya aman," kata Mukiat saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

Baca juga: Ini Penyebab Hotman Paris Terhindar dari Maut

Kecelakaan yang melibatkan Ferrari California, ringsek, tapi penumpang selamat.carscoops Kecelakaan yang melibatkan Ferrari California, ringsek, tapi penumpang selamat.

Sementara itu, General Manager Technical Service PT Toyota Astra Motor, Dadi Hendriadi menyebut, mobil-mobil masa kini banyak yang sudah menggunakan teknologi crumple zone (zona benturan). Crumple zone umumnya ditempatkan di depan dan belakang kendaraan yang dirancang untuk menyerap energi saat terjadinya tabrakan. 

Penggunaan teknologi crumple zone tidak hanya untuk melindungi pejalan kaki, tapi juga penumpang di dalam kabin. Mudah ringseknya mobil bertujuan agar kabin penumpang tidak ikut rusak, sehingga penumpang bisa selamat.

Menurut Dadi, jika bodi mobil dibuat terlalu rigid seperti 1970-an, kemungkinan penumpang luka parah lebih besar. Sebab, bagian penumpang atau pengemudi dengan komponen interior dan juga organ dalam tubuh bertumpukan dengan tulang atau tengkorak.

Baca juga: Mobilnya Ringsek karena Kecelakaan, Annisa Bahar Tak Memasalahkannya

"Ini karena perlambatan mobil yang tiba-tiba, sehingga perlambatan badan dan organ tubuh tidak diredam. Sebenarnya, teknologi ini bukan menjadikan bodi mobil menjadi lunak, tapi ada bagian yang dibuat dengan lipatan kecil sehingga akan mengkerut saat terjadi tabrakan depan,” tutur Dadi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X