Ini Penyebab Hotman Paris Terhindar dari Maut

Kompas.com - 06/10/2014, 16:34 WIB
Lamborghini B 333 NI milik pengacara Hotman Paris Hutapea yang terlibat kecelakaan di Tol Wiyoto Wiyono. Senin (6/10/2014). Kompas.com/Robertus BelarminusLamborghini B 333 NI milik pengacara Hotman Paris Hutapea yang terlibat kecelakaan di Tol Wiyoto Wiyono. Senin (6/10/2014).
|
EditorAris F. Harvenda
Jakarta, KompasOtomotif — Lamborghini New Gallardo LP 570-4 Spyder Performante yang dikendarai Hotman Paris Hutapea saat mengalami kecelakaan fatal di ruas Tol Wiyoto Wiyono, Minggu (6/10/2014) lalu, memiliki mesin besar dan tenaga dahsyat. Kendati demikian, produsen mobil super asal Italia tersebut juga merancang perangkat keselamatan untuk tetap melindungi pengemudi dan penumpang saat sedang berkendara. Perangkat keselamatan tersebut menjadi satu dari beberapa faktor yang membuat Hotman Paris terhindar dari maut dan hanya mengalami luka ringan.

Dikutip dari Lamborghini.com, rangka mobil sport tersebut menggunakan bahan aluminium agar tetap ringan. Setiap elemen dari rangka disatukan dengan cara las (welded). Sementara itu, bodinya menggunakan perpaduan bahan aluminium, serat karbon, dan thermoplastic. Tak heran bila bagian depan mobil milik Hotman Paris rusak parah karena bodi menggunakan bahan ringan, tetapi bisa menyerap energi akibat benturan.

Perangkat keamanan pasif lain yang ikut dipakai adalah dua airbag atau kantong udara untuk pengemudi dan penumpang. Plus, dua airbag samping sebagai pengaman ketika terjadi benturan dari samping.

Sistem keamanan aktif
Selain itu, New Gallardo LP 570-4 Spyder Performante ini sudah dilengkapi dengan electronic stability control/electronic stability program (ESC/ESP). Fitur ini dirancang untuk membantu pengemudi mempertahankan kontrol kendaraan saat manuver kecepatan tinggi atau di jalan licin yang biasanya memungkinkan terjadinyaoversteer atau understeer. ESC bisa mengaplikasikan rem dan kontrol mesin untuk membantu mobil tetap di jalur.

Pengereman juga sudah menganut teknologi anti-lock braking system (ABS). Ini adalah kontrol otomatis untuk mencegah rem terkunci dan menyebabkan mobil tergelincir sehingga tidak terkendali. ABS akan melakukan pengereman secara bertahap (seperti ketukan), tetapi dengan kecepatan tinggi sehingga tidak mengunci.

Masih di sektor pengereman, terpasang juga teknologi electronic braking distribution (EBD). Piranti ini bertugas membagi pengereman pada tiap roda agar mobil tetap dalam keadaan terkendali dan bergerak secara linear.

Sistem kontrol traksi atau juga dikenal sebagai anti-slip regulation (ASR) juga terpasang sebagai peranti keamanan aktif. ASR dirancang untuk mencegah hilangnya traksi roda pada saat akselerasi kecepatan tinggi.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X