Nissan dan Renault Menyerah Kembangkan Fuel Cell - Kompas.com

Nissan dan Renault Menyerah Kembangkan Fuel Cell

Kompas.com - 26/06/2018, 16:42 WIB
Teknologi fuel-cell Nissan menggunakan bio-ethanol diperkenalkan pada prototipe e-NV200 atau Evalia versi listrik.Nissan Teknologi fuel-cell Nissan menggunakan bio-ethanol diperkenalkan pada prototipe e-NV200 atau Evalia versi listrik.

JAKARTA, KOMPAS.com Nissan dan Renault telah memutuskan berhenti mengomersialkan kendaraan fuell cell (hidrogen)yang mereka kembangkan bersama Daimler dan Ford, seperti dilaporkan Nikkei. Pengembangan teknologi fuell cell mungkin saja bertemu jalan buntu.

Kolaborasi pabrikan asal Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat itu sudah dimulai sejak 2013. Nissan dan Renault bertugas mengembangkan paket fuel cell sebagai sumber tenaga kendaraan. Sedangkan Daimler fokus membuat sistem yang menghubungkan paket fuel cell itu ke kompnen seperti motor listrik.

Rencananya, model fuell cell produksi massal yang dijual dengan harga terjangkau bakal hadir pada 2017. Namun hingga kini belum kesampaian.

Walau sekarang diabaikan, Nissan dan Renault melanjutkan kerja sama dengan Daimler dan Ford soal pengembangan yang melibatkan fuell cell. Nissan dan Renault disebut menggeser fokus mereka ke mobil listrik yang dianggap sebagai masa depan kendaraan rendah emisi.

Baca juga: Debut Teknologi Fuel Cell Ethanol Nissan

Fuel cell adalah perangkat yang menghasilkan listrik dari reaksi kimia hidrogen yang ada pada tangki penyimpanan di mobil. Energi listrik itu menggerakan motor listrik yang membuat kendaraan bisa bergulir.

Kendaraan fuel cell lebih ramah lingkungan dari kendaraan listrik, namun harganya sangat tinggi. Kendala lainnya soal teknologi ini yaitu harus tersedia stasiun pengisian hidrogen di jalanan.

Kendati Nissan dan Renault menyerah, Toyota, pengembang fuel cell nomor satu di dunia, masih terus melanjutkan pengembangan fuel cell. Toyota tetap pada rencananya menjual lebih dari 30.000 unit kendaraan fuel cell pada 2020.



Close Ads X