Debut Teknologi "Fuel Cell" Ethanol Nissan

Kompas.com - 05/08/2016, 18:52 WIB
Nissan Teknologi fuel-cell Nissan menggunakan bio-ethanol diperkenalkan pada prototipe e-NV200 atau Evalia versi listrik.

Rio de Janeiro, KompasOtomotif — Nissan resmi memperkenalkan teknologi fuel cell pertama di dunia yang memanfaatkan etanol di Brasil, Kamis (4/8/2016). Teknologi ini disebut solid oxide fuel cell (SOFC) yang bekerja mengolah reaksi kimia bio-ethanol menjadi hidrogen sebagai penyuplai tenaga listrik.

Sebagai perkenalan, prototipe teknologi itu dipasang pada e-NV200 atau versi listrik MPV Evalia. Mobil ini dilengkapi dengan baterai berkapasitas 24 kWh dan hidrogen fuel cell.

Berbeda dengan cara teknologi fuel cell Toyota Mirai dan Honda Clarity yang butuh tangki penyimpanan hidrogen, teknologi Nissan menghasilkan hidrogen sebagai sumber tenaga fuel cell langsung di dalam mobil lewat SOFC. Jadi, tidak perlu proses isi ulang hidrogen. Sebagai penggantinya, sistem ini butuh bio-ethanol.

Keunggulan terbesar dengan teknologi baru ini adalah tidak butuh banyak pembangunan infrastruktur, seperti pada Toyota dan Honda. Bio-ethanol sudah tersedia di banyak negara, salah satu yang terbesar ada di Brasil.

"Pada masa depan, e-bio fuel cell akan semakin mudah digunakan. Campuran etanol dengan air lebih mudah dan aman digunakan dibanding sebagian besar bahan bakar. Tanpa perlu membuat infrastruktur baru, ini punya kesempatan besar menggiring perkembangan pasar," ujar Carlos Ghosn, dalam siaran resmi Nissan.

Nissan menjelaskan, mobil bisa menempuh jarak maksimal 600 km sambil menghabiskan seluruh energi baterai. Kapasitas tangki penyimpanan etanol 30 liter.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorAgung Kurniawan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X