Suspensi Honda PCX 150 Bengkok, Ini Kata AHM

Kompas.com - 30/05/2018, 14:29 WIB
Peluncuran Honda PCX 150 di Mal Ciputra, Grogol, Sabtu (10/3/2018). KOMPAS.com / Aditya MaulanaPeluncuran Honda PCX 150 di Mal Ciputra, Grogol, Sabtu (10/3/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com — Permasalahan yang dikeluhkan pengguna Honda PCX 150 rakitan lokal adalah bagian suspensi belakang terlihat seperti bengkok. Bahkan, ada juga konsumen yang merasa bahwa peredam kejut skutik premium itu cukup keras.

Keluhan ini mendapat tanggapan dari PT Astra Honda Motor (AHM). AHM membantah bahwa PCX 150 disebut sebagai produk yang cacat produksi karena masalah suspensi belakang.

"Sama sekali tidak cacat produksi. Semua motor yang kami produksi sudah melakukan tahap pengetesan dan pengecekan yang maksimal," ujar Direktur Pemasaran PT AHM Thomas Wijaya pekan lalu di Jakarta Selatan.

Thomas menjelaskan, pengaturan suspensi untuk skutik 150 cc itu dibuat sedikit lebih fleksibel sehingga secara visual konsumen melihat seperti bengkok, padahal aslinya tetap normal.

Baca juga: PCX 150 Belum Mampu Susul NMAX

"Kami buat seperti itu untuk memberikan tingkat kenyamanan yang maksimal. Keras atau empuk itu selera konsumen, tetapi kami mencoba memberikan yang terbaik kepada konsumen," kata Thomas.

Apabila ada konsumen yang merasa tidak puas, lanjut Thomas, seluruh jaringan bengkel Honda di Indonesia sangat siap melayani konsumen. Bahkan, apabila ingin diatur ulang suspensinya, bisa dilakukan di bengkel resmi itu.

"Kami siap menangani apa yang dirasakan kurang enak terutama untuk suspensi, dan kami sangat terbuka sekali mengenai persoalan itu," ucap Thomas.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X