Konsekuensi Pakai Ban "Soft" untuk Harian - Kompas.com

Konsekuensi Pakai Ban "Soft" untuk Harian

Kompas.com - 09/05/2018, 10:24 WIB
Deretan produk GT RadialKompasOtomotif Deretan produk GT Radial

Jakarta, KOMPAS.com - Ban kendaraan dibuat dari karet dengan tingkat kekerasan yang berbeda-beda. Tingkat kekerasan ini sering diistilahkan sebagai kompon.

Kompon pada ban terdiri atas tiga jenis, yakni soft, medium dan hard. Khusus yang pertama, ini adalah jenis ban yang dinilai paling baik untuk bermanuver. Harganya juga biasanya lebih mahal.

Penggunaan karet yang lebih lembut membuat ban kompon "soft" punya daya cengkram yang paling baik dibanding dua jenis ban lainnya. Namun bukan berarti ban jenis ini tidak punya kekurangan.

Marketing Product Development PT Gajah Tunggal Tbk Dodi Yanto menyebut ban kompon soft punya tingkat keausan yang lebih cepat.

Baca juga : Pengguna Chevrolet Trax Keluhkan Ban yang Gampang Sobek

"Kalau ban biasa bisa 6-7 bulan, biasanya ini (soft) 1-2 bulan sudah harus ganti," kata Dodi kepada Kompas.com, Selasa (8/5/2018).

Michelin Power Sport Evo Michelin Power Sport Evo

Selain lebih cepat aus, Dodi menyebut ban soft juga lebih sensitif. Sebab ban jenis ini lebih mudah sobek jika berbenturan dengan benda keras.

Menurut Dodi, ban soft pada awalnya adalah ban yang dibuat untuk kebutuhan balapan di sirkuit. Rata-rata permukaan aspal di sirkuit relatif mulus.

Belum lagi lintasan di sirkuit juga lebih bersih dari benda-benda yang kerap ada di jalanan, misalnya kerikil.

Kondisi seperti itulah yang tak ditemui di jalanan umum, apalagi di Indonesia. Sebab kondisi permukaan jalanan di sebagian besar wilayah Indonesia tidak semulus jalanan di banyak negara-negara maju.

Baca juga : Alasan Marquez Gunakan Ban Depan Kompon Keras saat GP Qatar

"Jadi resiko ketika dipakai harian, kita tidak bisa menduga ada batu segala macam. Potensi untuk sobek besar. Belum lagi aspak kita kan tidak mulus," ucap Dodi.

Berbagai tipe ban merek Bridgestone.Kompas.com/Alsadad Rudi Berbagai tipe ban merek Bridgestone.

Sementara itu, Training and Product Evaluation Department Manager Bridgestone Indonesia Deni Arief Pribadi menyatakan, semua ban yang diproduksi Bridgestone di suatu negara pastinya menyesuaikan dengan kondisi jalanan di negara tersebut.

Sebagai contoh, ban soft Bridgestone yang diproduksi di Indonesia berbeda dengan yang diproduksi di Eropa. Sehinngga ia menilai tak masalah jika ada pengendara yang berminat memakai ban tersebut untuk harian.

Namun, Deni tak memungkiri ban ini lebih cepat boros dibanding ban jenis lainnya.

Baca juga : Gagal Naik Podium, Zarco Salahkan Ban Depan

"Lebih cepat aus iya. Apalagi kalau dipakai di jalanan yang permukaannya kasar," ucap Deni.


Komentar
Close Ads X