Batu Bara Hilangkan Makna Mobil Listrik

Kompas.com - 04/05/2018, 10:16 WIB
Salah satu Mercedes Benz E 350 e yang dalam proses pengisian listrik saat dipamerkan di arena Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018. Kompas.com/Alsadad RudiSalah satu Mercedes Benz E 350 e yang dalam proses pengisian listrik saat dipamerkan di arena Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018.
Penulis Alsadad Rudi
|

Jakarta, KOMPAS.com - Batu bara merupakan salah satu bahan baku yang kerap dipakai untuk pembangkit tenaga listrik. Namun penggunaan bahan baku ini dianggap bisa menghilangkan makna keberadaan mobil listrik.

Selaku distributor resmi VW dan Audi di Indonesia, Marketing and PR Department Manager PT Garuda Mataram Motor (GMM) Herry Noverino menyatakan, mobil listrik adalah pengembangan teknologi di dunia otomotif yang bertujuan agar kendaraan di masa depan lebih ramah lingkungan.

Baca juga : Cemari Laut, Polisi Berhentikan Bongkar Muat Batu Bara

Aspek itulah yang dinilai tak ditemukan jika listrik yang dipasok masih mengandalkan batu bara.

China merupakan penghasil batu bara terbesar di dunia dan kecelakaan di pertambangan adalah hal yang sering terjadi. (Foto: Dok.) AFP China merupakan penghasil batu bara terbesar di dunia dan kecelakaan di pertambangan adalah hal yang sering terjadi. (Foto: Dok.)

"Solar, batu baru kan menimbulkan emisi juga. Jadi kalau kendaraannya ramah lingkungan, seharusnya pasokan listriknya juga ramah lingkungan," kata Herry di Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Menurut Herry, permasalahan seputar bahan baku pembangkit listrik ini jadi isu tersendiri dalam penyediaan infrastruktur pendukung kendaraan listrik. Tidak cuma di Indonesia, tapi juga di China.

BMW Group Indonesia memperkenalkan prototipe garasi khusus untuk mobil listrik di International Motor Show (IIMS) 2018, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/4/2018). Garasi ini dapat menghasilkan listrik dari sinar matahari dan memiliki panel surya di bagian atapnya.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI BMW Group Indonesia memperkenalkan prototipe garasi khusus untuk mobil listrik di International Motor Show (IIMS) 2018, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/4/2018). Garasi ini dapat menghasilkan listrik dari sinar matahari dan memiliki panel surya di bagian atapnya.

Berbeda halnya dengan di Eropa. Menurut Herry, di benua biru, penggunaan kendaraan listrik sudah selaras dengan bahan baku pembangkit tenaga listrik yang ramah lingkungan pula, yakni energi sinar matahari.

Baca juga : Akibat Ledakan Gas, 13 Pekerja Tambang Batu Bara China Tewas

"Kalau di China listriknya belum sepenuhnya dari energi matahari, masih mengandalkan solar dan batu bara juga," ucap Herry.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X