Turis China Nekat Berkendara di Jepang Pakai SIM Palsu - Kompas.com

Turis China Nekat Berkendara di Jepang Pakai SIM Palsu

Kompas.com - 16/04/2018, 08:02 WIB
Salah satu rental mobil di Jepang.NIKKEI Salah satu rental mobil di Jepang.

Tokyo, KOMPAS.com  - Pihak kepolisian Jepang, sedang disibukkan dengan kasus turis China yang dicurigai menggunakan SIM International palsu untuk menyewa mobil. Kejadian ini membuat Negeri Sakura tersebut semakin mengetatkan kewaspadaan.

Memang, bepergian ke luar negeri untuk berwisata, kita tak hanya bisa mengunakan kendaraan umum saja di sana, tapi juga dapat menyewa mobil sendiri dan berkendara keliling kota. Namun perlu diingat, wajib mengantongi SIM International asli terlebih dahulu dari negeri asal.

Turis yang menyewa mobil di Jepang.NIKKEI Turis yang menyewa mobil di Jepang.
Sesuai peraturan, siapa pun yang ingin mengemudi harus memperoleh SIM Jepang, atau lisensi dari negara lain yang dianggap memiliki sistem yang sebanding dengan mereka, atau izin internasional yang dikeluarkan berdasarkan Konvensi Jenewa tentang "Lalu Lintas Jalan".

Jepang membuka diri untuk tujuh negara dan wilayah yang punya kesamaan regulasi, atau negara yang turut menandatangani Konvensi Jenewa. Sedangkan negeri China tidak termasuk di dalamnya, jadi sedikit turis dari sana yang memenuhi syarat mengemudi di Jepang, bahasa sederhananya sangat sulit mereka bisa menyewa mobil.

Karena itu, ada indikasi kalau para turis China menggunakan SIM Internaional palsu dari Filipina, yang yang terdaftar ikut menandatangani Konvensi Jenewa. Namun, kemungkinan ada pihak-pihak di Filipina yang berupaya cari untung, dengan menjual SIM International palsu secara online denga biaya palng murah sekitar Rp 5 jutaan.

Seorang manajer perusahan penyewaan mobil Luft Travel, yang berlokasi di kota Prefektur Okinawa Tomigusuku mengatakan, setidaknya ada dua hingga tiga kasus per minggu, di mana pelanggan menggunakan lisensi yang dicurigai palsu.

Kemudian kasus terakhir adalah kasus pada awal Februari lalu, di mana turis yang berasal dari Shanghai mengeluarkan SIM International Filipina. Namun, ketika dicek paspornya, turis tersebut belum pernah sama sekali berkunjung ke salah satu negara Asia Tenggara tersebut.

Lisensi palsu bisa saja menimbulkan masalah keamanan, dan menyebabkan peningkatan kecelakaan di jalan. Namun, memang tidak semua perusahaan penyewaan mobil di Jepang mau mengetatkan persyaratan mereka. 


Komentar
Close Ads X