MPM Lubricants Bidik Bisnis Baru di Luar Kebiasaan

Kompas.com - 12/04/2018, 19:05 WIB
Direksi MPM Lubricants, produsen Federal Oil dan Federal Mobil.KOMPAS.com/FEBRI ARDANI Direksi MPM Lubricants, produsen Federal Oil dan Federal Mobil.

Jakarta, KOMPAS.com — Perjalanan bisnis PT Federal Karyatama ( MPM Lubricants) sebagai produsen Federal Oil dan Federal Mobil sudah berjalan 30 tahun di Indonesia. Inovasi belum berhenti. Sebab, rencananya MPM Lubricants bakal semakin berkembang dengan memasuki dunia baru.

MPM Lubricants awalnya berdiri pada 8 Agustus 1988, dimulai sebagai OEM sepeda motor Honda dengan produk Federal Oil. Pada 2004, pabrik pindah ke Pulo Gadung di Jakarta.

Pabrik Federal Oil di Kawasan Krakatau Industrial Estate Cilegon, Banten,Stanly/KompasOtomotif Pabrik Federal Oil di Kawasan Krakatau Industrial Estate Cilegon, Banten,

Pada 2009, Honda memutuskan menggunakan label oli sendiri, AHM Oil, dan Federal Oil menjadi produk aftermarket. Pada 2012, Federal Oil menjadi sponsor utama tim Gresini di Moto2 hingga sekarang.

Pada 2015, produk pelumas mobil, Federal Mobil, diluncurkan. Kemudian pada 2017, MPM Lubricants meresmikan pabrik kedua di Cilegon, Banten. Tahun ini, Federal Oil menjadi sponsor resmi tim Gresini di Moto3.

Baca: Logo Antangin dan Federal Oil di Gresini Moto2

“30 tahun bukanlah sesuatu yang tanpa suka dan duka, tetapi kami berikhtiar dan terus berkarya dan terus menjadi spesial. Ketika memulai kami tidak tahu apa itu branding atau marketing, kami tahu hanya membuat produk yang bagus. Ternyata justru dari situ kami belajar bahwa kualitas itu penting sekali untuk sebuah produk meraih kepercayaan untuk konsumen,” kata Patrick Adhiatmadja, Presiden Direktur MPM Lubricants, di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

“Belakangan kami belajar, selain produk kami juga perlu mendengar masukan dari konsumen. Sekitar 7–8 tahun yang lalu, kami mulai belajar mengemas produk menjadi sesuatu yang lebih menarik untuk konsumen,” ucap Patrick lagi.

Pelumas Federal Mobil.KOMPAS.com/FEBRI ARDANI Pelumas Federal Mobil.

Patrik menjelaskan arah ke depan semakin masuk ke digitalisasi yang didasari kemajuan teknologi. Bentuk digitalisasi antara lain pada program pengelolaan distributor dan memonitor pergerakan stok serta menggunakan bahasa anak muda di media sosial.

Selain itu, Patrik juga mengungkap perusahaan berencana masuk ke bisnis penyuplai pelumas untuk industri dan business to business (B to B).

“Contoh seperti perusahaan yang mengoperasikan banyak bus dalam bentuk armada tentunya oli merupakan alat produksi mereka untuk memastikan kendaraan beroperasi efisien. Menurut hemat kami, kami bisa menambah nilai bagi mereka dengan kualitas produk kami yang sudah teruji. Itu adalah sebagian dari pemikiran kami untuk melanjutkan menjadi spesial,” kata Patrick.




Close Ads X