Bonceng Hadap Samping Dilarang, Ini Solusinya

Kompas.com - 21/03/2018, 18:13 WIB
Orang yang dibonceng duduk menghadap ke samping dan ke depan. dok.KompasianaOrang yang dibonceng duduk menghadap ke samping dan ke depan.

Jakarta, KOMPAS.com — Pakai rok biasanya jadi alasan wanita duduk menghadap samping ketika dibonceng sepeda motor.  Cara dibonceng seperti itu tidak direkomendasikan dalam ajaran keselamatan berkendara karena posisi tubuh tidak dalam sikap sempurna.

Saat duduk menyamping berarti boncenger cuma menginjak satu foot peg. Itu artinya boncenger mengabaikan hal penting saat berkendara, yaitu mendukung keseimbangan biker.

Baca: Anak Kecil Dilarang Duduk di Depan, Ini Alasannya

Saat dibonceng, tugas penumpang menyelaraskan gerakan tubuh dengan pengendara. Sebab, itu direkomendasikan duduk menghadap depan.

“Motor itu tidak mengenal kata stabil, motor itu hanya seimbang. Pengemudi baik dinilai dari tiga aspek, yaitu pergerakan (kecepatan) sesuai kondisi, lintasan (menanjak tikungan, dan lainnya), dan posisi berkendara,” ujar Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Rabu (21/3/2018).

“Nah, posisi berkendara itu termasuk boncenger. Duduk yang paling ideal menghadap ke depan. Selain itu juga penumpang harus membekap atau memeluk pengendara, seperti menyatu,” ucap Jusri.

Dua perempuan yang mengenakan celana jins ketat dan duduk mengangkang mengendarai sepeda motor di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Minggu (23/6/2013), meskipun ada larangan mengenakan celana jins ketat dan duduk mengangkang bagi kaum perempuan yang dibonceng sepeda motor.KOMPAS.COM/DESI SAFNITA SAIFANA Dua perempuan yang mengenakan celana jins ketat dan duduk mengangkang mengendarai sepeda motor di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Minggu (23/6/2013), meskipun ada larangan mengenakan celana jins ketat dan duduk mengangkang bagi kaum perempuan yang dibonceng sepeda motor.
Bila perempuan bermasalah dengan memeluk pengendara, lanjut Jusri, caranya bisa dengan menempelkan bagian dalam kedua lutut ke pinggang pengemudi.  Hal itu bisa menggantikan posisi rapat yang disarankan dalam posisi berkendara yang baik dan benar.

“Kalau tidak bisa menyatu karena konstruksi motor misalnya Harley-Davidson, karena bukan pasangan, kedua bagian dengkul itu harus membekap pinggul pengemudi. Jepitkan,” ucap Jusri.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X