Toyota Belum Khawatirkan Kerugian Ekspor ke Vietnam

Kompas.com - 28/01/2018, 09:42 WIB
Arab Saudi menjadi negara kontributor terbesar ekspor Toyota Indonesia. KompasOtomotif-Donny AprilianandaArab Saudi menjadi negara kontributor terbesar ekspor Toyota Indonesia.
EditorAzwar Ferdian

Tawamangu, KOMPAS.com - Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia ( TMMIN) Warih Andang Tjahyono mengungkapkan saat ini kerugian ekspor masih belum signifikan. Ini setelah Vietnam memberlakukan kebijakan baru impor mobil CBU per Januari 2018, dengan persyaratan non-tarif.

"Kerugian ekspor itu masih belum sifnifikan. Dari ekspor, kita masih 20 persen dari domestik. Tapi kalau berlanjut terus akan berdampak," ujar Warih saat ditemui di Tawamangu, Sabtu (27/1/2018).

Warih mengungkapkan, Toyota pada 2017 mengekspor 14.000 produknya ke Vietnam. Produk tersebut adalah Toyota Fortuner Toyota sendiri pada 2017 mengekspor 200.000 produknya ke 80 negara di dunia. Produknya diterima di negara Asia Tenggara, Timur Tengah dan sebagian Amerika Selatan.

Menurut Warih, perihal masalah ekspor Vietnam perlu dilihat sebagai kebijakan masing-masing negara. Tiap negara ingin agar ditempatnya menjadi basis produksi dan membangun perekonomiannya.

Baca Juga: Masalah Eskpor Vietnam, Indonesia Bakal Utus Delegasi

Ekspor Toyota dari Indonesia sudah berjalan selama 30 tahun, jumlah unit yang diekspor sudah menapai 1 juta unit.TMMIN Ekspor Toyota dari Indonesia sudah berjalan selama 30 tahun, jumlah unit yang diekspor sudah menapai 1 juta unit.

"Itu idealnya memang. Kami tidak memasukkan ke individual otomotif. Soal masalah ini Presiden Joko Widodo juga sudah bertemu dengan Perdana Menteri Vietnam," ucap Warih.

Warih meyakini selain Vietnam masih ada pasar lain yang dapat menjadi kesempatan untuk ekspor. Saat ini Toyora tengah menjajaki membuka pasar Amerika Selatan antara Argentina dan Maroko.

Vietnam menerapkan kebijakan baru terkait uji tipe dan uji emisi dalam regulasi nomor 116 tentang overseas vehicle type approval (VTA). Kebijakan ini mengharuskan setiap produsen melakukan uji tipe sesuai standar pemerintah Vietnam. Jika tidak sesuai maka seluruh produk ekspor akan dikirimkan kembali ke negara asal.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X