17 Persen Mobil Daihatsu Diekspor untuk Toyota

Kompas.com - 05/07/2017, 09:01 WIB
Toyota Calya dirakit di pabrik Daihatsu di Karawang, Jawa Barat. Febri ArdaniToyota Calya dirakit di pabrik Daihatsu di Karawang, Jawa Barat.
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Kesuksesan Toyota menjadi pengekspor kendaraan roda empat di Indonesia, ternyata tidak lepas dari sokongan Daihatsu, yang sejak Agustus 2017 lalu, 100 persen sahamnya resmi diakuisisi.

Jika bicara data, pada kuartal pertama 2017 saja, Toyota berhasil mencapai 49.300 unit, berkontribusi sampai 87,37 persen terhadap eskpor total nasional mobil dalam bentuk completely built up (CBU).

Sementara total ekspor keseluruhan merek mobil yang diproduksi di dalam negeri yang mencapai 56.429 unit, sesuai data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Amelia Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran Astra Daihatsu Motor mengatakan, kalau besaran ekspor Daihatsu dari total produksinya di angka 14-17 persen, tergantung fluktuasi. Mayoritas dari jumlah tersebut dipasarkan ke luar negeri berlabel Toyota.

Baca juga : Toyota Indonesia “Panen” Ekspor pada Kuartal Pertama 2017

“Ekspor Daihatsu sebagian besar menggunakan mereknya Toyota. Bahkan model Granmax yang diekspor ke Jepang-pun, ber-brand Toyota, yakni Toyota Town Ace, dan Light Ace,” ucap Amelia kepada KompasOtomotif, Selasa (4/7/2017).

“Sementara itu, yang menggunakan merek Daihatsu hanya di wilayah Afrika, Venezuela dan Asia. Namun memang sebagian besar, negara-negara yang menjadi tujuan ekspor menggunakan merek Toyota,” tutur Amelia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pabrik Daihatsu Lebih Berkualitas?

Melihat salah satu model yang diproduksi Daihatsu tembus ke pasar Jepang (Granmax), dibanding milik Toyota, terlontar pertanyaan, apakah ini menandakan pabrik Daihatsu lebih baik dari Toyota?

Menanggapi hal tersebut, Amelia bergeming dan menjawa santai. “Kata-kaya seperti itu kurang sopan,” ucapnya. Seolah melanjutkan jawaban, Amelia mengatakan, kalau hal tersebut (soal ekspor) memang sudah ditentukan dari prinsipalnya.

“Kalau berbicara itu sebenarnya sudah dibuat, di mana yang memproduksi mobil kompak dan kei car yaitu Daihatsu, tapi yang jual merek Toyota dan kami juga ikut. Pastinya kami kebagian produksi juga, sementara menjual jatahnya Toyota, itu adalah brand strateginya,” ucap Amelia.

Pasalnya, dari informasi yang diterima KompasOtomotif, kalau manufacturing defects rate (MDR) atau jumlah kecacatan pada suatu produk, nilai Daihatsu lebih baik dibanding dengan pabrik Toyota di Indonesia. Sehingga produk Daihatsu bisa lolos dari ketatnya syarat-syarat produk mobil yang akan dipasarkan di Jepang.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.