Isuzu Indonesia Masih Menggodok Bikin Panther Baru - Kompas.com

Isuzu Indonesia Masih Menggodok Bikin Panther Baru

Kompas.com - 08/06/2017, 08:22 WIB
kompas.com Isuzu Panther LV

Jakarta, KompasOtomotif – Model multi purpose vehicle (MPV) andalan Isuzu, Panther, sampai saat ini belum juga mendapatkan penyegaran di Indonesia. Ini merupakan salah satu produk paling popler Isuzu di pasar mobil penumpang dalam negeri.

Saat ditanyakan kembali kapan kedatangannya, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) sebagai agen tunggal pemegang merek asal Jepang, lagi-lagi belum memberikan jawaban pasti. Namun pastinya, mereka mengatakan sedang berjuang, agar produk tersebut bisa masuk ke Indonesia secepatnya.

“Kami beberapa bulan ke depan akan pergi ke Jepang lagi untuk membicarakan soal Panther, dan mereka sudah mengembangkan Panther baru sejak 2015 lalu. Kami mengatakan kepada mereka, saat prinsipal sudah memutuska produksi, kami minta Indonesia langsung juga dikasih,” ucap Joen Budiputra, Direktur Pemasaran IAMI, Rabu (7/6/2017).

"Karena kami desak, mereka saat ini sedang mengusahakan switch, dari Euro IV ke Euro II, yang sesuai dengan Indonesia," ucap Joen.

Joen menambahkan, kalau memang teknologi mesin Isuzu yang ada di luar sudah mengadoopsi teknologi Euro IV, di mana bahan bakar solar Indonesia masih Euro II dan baru naik kelas pada 2021. Joen kemudian menyebut, kalau Panther terbaru untuk Indonesia tidak menunggu empat tahun lagi.

“Kami sudah meminta kalau desain Panther harus berubah dengan nuansa yang agresif sesuai keinginan market di sini. Pasalnya, mobil bukan hanya digunakan tapi juga punya nilai gengsi. Kemudian kami juga ingin mereka menyesuaikan produknya dengan pasar dalam negeri, seperti Euro II,” ucap Joen.

Pihak prinsipal disebut Joen menyampaikan beberapa hal, tapi untuk urusan mesin dan yang lebih mendetail lainnya, mereka belum mau terbuka.

“Panther baru nanti juga masih belum diberitahu akan diproduksi di mana. Selain di Thailand, Panther juga punya pabrik di China, kemudian yang baru selesai di India dan kemudian Vietnam,” ujar Joen.


EditorAgung Kurniawan
Komentar
Close Ads X