Soal Pajak Emisi, “Mobil Tua” Bakal Masuk Hitungan

Kompas.com - 09/02/2017, 08:14 WIB
Setidaknya 44 komunitas mobil tua berkumpul di Parkir Timur, Senayan, Jakarta, membahas penolakan pelarangan mobil berumur lebih dari 10 tahun beredar di Jakarta, Minggu (18/1/2015). Febri ArdaniSetidaknya 44 komunitas mobil tua berkumpul di Parkir Timur, Senayan, Jakarta, membahas penolakan pelarangan mobil berumur lebih dari 10 tahun beredar di Jakarta, Minggu (18/1/2015).
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Ketika aturan terkait pajak berdasarkan emisi diberlakukan, bukan hanya produk baru yang bakal masuk perhitungan, tapi juga model yang masih beredar di jalanan sekarang ini, termasuk mobil lawas. Bukan tidak mungkin, pajak yang dikenakan bakal besar.

I Gusti Putu Suryawirawan, Direktur Jenderal Industri Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Kementerian Perindustrian mengatakan, kalau mobil tua menjadi hal yang penting dipertimbangkan. Pasalnya, mobil tersebut menghasilkan emisi CO2 yang cukup banyak.

“Jadi nanti kendaraan yang sudah sudah tua dan diperbolehkan jalan, kriterianya apa, dan pajaknya seperti apa. Saat ini tidak seperti itu, kalau sudah hobi, tinggal pakai saja jalan, padahal CO2 yang dikeluarkan terbilang besar,” ujar Putu di Kantor Kemenperin, Rabu (8/2/2017).

Putu melanjutkan, kalau untuk urusan skema perpajakan baru ini, tidak hanya masalah bahan bakar, teknologi kendaraan, dan perpajakan, tetapi juga memikirkan masalah mobil lawas. Ini bisa juga membuat emisi CO2 turun.

“Karena kendaraan tua itu kan masalahnya tidak memiliki teknologi yang lebih bersih, jika dibanding dengan kendaraan yang lebih baru atau modern. Jika di uji tipe, mobil dengan sistem pembakaran karburator, sudah tidak akan bisa memenuhi persyaratan, karena saat ini standardisasinya sudah injeksi,” ucap Putu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.