Prasangka Kartel Yamaha-Honda Bisa Bikin Investor Kabur

Kompas.com - 27/12/2016, 10:08 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Dugaan kartel Yamaha dan Honda di Indonesia oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) punya implikasi berat buat kemajuan industri. Jika statusnya terus mengambang bisa bikin investor kabur.

Menurut mantan Ketua KPPU Sutrisno Iwantono, KPPU harus hati-hati berhadapan dengan kasus seperti ini, terutama dengan perusahaan yang sudah go public. Pria yang pernah menjabat pada 2002 – 2003 dan 2004 – 2005 itu menjelaskan perusahaan tertuduh kartel bisa drop di pasar modal.

“Kalau kebetulan perusahaan itu ada di pasar modal yang dirugikan investor, pemilik atau yang beli-beli saham, selain yang bersangkutan. Reputasinya turun pasti,” kata Sutrisno, dalam Diskusi Pasang Surut Industri Otomotif di Jakarta, Kamis (22/12/2016).

“Oleh karena itulah, kalau kita menangani yang seperti itu jangan ribut dulu karena dampak reputasi bagi bisnis itu luar biasa. Lebih baik diam, diteliti dengan benar, ketika sudah putusan baru dibicarakan. Sehingga tidak menimbulkan kegaduhan yang menyebabkan investasi asing itu menjadi takut untuk masuk ke sini,” papar Sutrisno.

Dia mengaku tidak tahu persis kedalaman alat bukti yang dimiliki KPPU buat menjerat Yamaha dan Honda, meski begitu dikatakan sesuatu yang sifatnya bertepuk sebelah tangan itu belum bisa dijadikan bukti kesepakatan.

AISI

Ketua Umum Asosasi Sepedamotor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata tetap mengatakan tidak ada kartel dari anggota. Saat ini AISI menaungi anggota yang terdiri dari Yamaha, Honda, Suzuki, Kawasaki, dan TVS.

Gunadi merasa ada usaha untuk menggiring opini masyarakat terkait dugaan kartel. Menurutnya kondisi pasar di dalam negeri masih bisa dikendalikan, tetapi bisa rumit mengatasi pasar ekspor. Tahun ini anggota AISI mengekspor sampai 300.000 unit dan itu bisa bermasalah jika Yamaha dan Honda dicap kartel.

“Logikanya kalau pasar ini sama, itu baru kemungkinan ada perjanjian jahat untuk memanipulasi pasar. Sebelum ini antara Yamaha dan Honda pasarnya mirip-mirip. Yamaha itu sekarang pasarnya hanya setengah Honda, apakah itu berarti ada perjanjian, apakah ini persekongkolan jahat menguasai pasar. Logikanya bagaimana?” kata Gunadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.