Toyota Indonesia Harus Bisa Jadi Basis Ekspor

Kompas.com - 17/12/2016, 17:29 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Perubahan besar teknologi produk kendaraan roda empat diperkirakan bakal terjadi di dunia otomotif, terutama setelah 2020. Seperti Toyota Jepang yang sudah merilis mesin dan transmisi baru, yang akan diaplikasikan pada model-modelnya, serta pengembangan teknologi lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Warih Andang Tjahjono, Wakil Presiden Direktur PT TMMIN mengatakan kalau pihaknya juga sudah bersiap diri, menuju era tersebut. Jika dilihat Toyota Indonesia dianggap mampu, maka bisa dipercaya menjadi basis produksi.

Baca juga : Toyota Bakal Punya Mesin dan Transmisi Baru 10-Percepatan

“Industri otomotif akan seperti itu, dan untuk menuju ke sana penentuannya ada pada periode 2017 sampai 2019. Apakah kita, Indonesia, bisa cukup kompetitif, apakah kita pantas menjadi manufacturing base dari suatu produk nantinya,” ujar Warih, Jumat (16/12/2016).

Skema Indonesia menjadi basis ekspor terungkap setelah Toyota-Daihatsu mengumumkan pendirian perusahaan internal untuk fokus menggarap pasar negara berkembang. Tetapi keputusan ini belum putus, meskipun saat ini Daihatsu Indonesia punya pabrik terbesar di dunia. Thailand sebagai negara pesaing siap mencuri kesempatan jika pemerintah Indonesia tidak jeli melihat kesempatan guna menggenjot ekspor ini.

Baca: Kolaborasi Toyota-Daihatsu Jadi Tantangan buat Indonesia

Tiga Faktor

Lalu, apa sebenarnya kriteria atau parameter untuk bisa menjadi negara yang dipercaya? Warih menjawab, setidaknnya ada tiga faktor yang bisa menjadi pertimbangan pihak prinsipal.

Pertama, kata Warih, suatu produk bisa diproduksi di satu market, ketika pasar domestiknya besar. “Sinyal ini bisa saja diberikan oleh pihak Toyota Astra Motor (TAM), kalau saat ini kami misalnya sudah memiliki penguasaan sekitar 35 persen di Indonesia. Dengan itu, mereka akan memandang kalau Indonesia pasarnya bagus, dan produknya diterima,” ujar Warih.

Warih melanjutkan, faktor lainnya, dari sisi pemerintah. “Sinyal goverment itu penting bagi suatu industri, investor akan melihat bahwa kegiatan industriya semakin lama makin meningkat di Indonesia. Ini bisa menyangkut regulasi, atau juga pembangunan infrastruktur,” ucap Warih.

“Baru yang terakhir adalah dari sisi TMMIN sendiri, terkait dengan supply chain, upstream industri berkembang atau tidak, tumbuh atau tidak dan lainnya. Sinyal-sinyal itu harus kami tingkatkan, sampai pada keputusan kalau diproduksi di Indonesia itu bagus, cukup seperti itu, dan ujiannya ada di periode 2017-2019,” kata Warih.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.