”Jurus Pamungkas” Setelah Protes Diler Ford Tak Ditanggapi

Kompas.com - 12/10/2016, 16:21 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Ketidakpastian nasib diler sebagai mitra penjualan dan layanan untuk konsumen pengguna Ford di Indonesia sudah mencapai titik puncaknya. Ford Motor Company (FMC) sudah menunjuk pihak ketiga, yakni RMA Group dari Thailand, sebagai penanggung jawab baru.

Tidak ada pembicaraan apa pun terkait kerjasama untuk meneruskan bisnis, investasi besar-besaran diler-diler Ford di Indonesia terancam hangus. Rencana gugatan Rp 1 triliun yang pernah diungkap kuasa hukum 31 diler Ford pun segera dilayangkan.

”Somasi ketiga sudah kami layangkan, sekitar seminggu lalu. Tidak ada tanggapan apa pun dari Ford, atau mereka tidak pernah menjawab sama sekali. Tentu kami matangkan konsolidasi selanjutnya untuk pengambilan langkah hukum,” ujar Harry Ponto, Kuasa Hukum 31 diler Ford di Indonesia (12/10/2016).

Harry menyatakan bahwa konsolidasi akan dilakukan secepat mungkin untuk menuntut kerugian yang diderita para diler akibat investasi mereka yang musnah begitu saja.

Tak hanya Harry dan 31 diler yang mewakili grup-grup besar, dia juga mengungkap bahwa sudah ada diler-diler di Palu dan Manado yang juga melayangkan gugatan untuk Ford.

Ford memutuskan hengkang dari Indonesia pada 25 Januari 2016 lalu. Dalam kurun enam bulan sejak tanggal itu, Ford akan menghentikan operasional dan menutup semua diler.

Keputusan mendadak itu membuat kaget para diler, terutama grup besar yang berinvestasi ratusan miliar rupiah. PT Kreasi Auto Kencana misalnya, salah satu jaringan diler Ford yang disebut telah menginvestasikan lebih dari Rp 500 miliar selama beberapa tahun terakhir.

Adapun 31 diler yang mengajukan somasi berkontribusi sebesar 85 persen dari total penjualan Ford di Indonesia pada 2015.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.