"Bola Panas" Oknum ATPM Ada di Tangan KPPU

Kompas.com - 27/05/2015, 18:37 WIB
Penjualan mobil di Indonesia masih akan tumbuh sampai 2 juta unit. Agung KurniawanPenjualan mobil di Indonesia masih akan tumbuh sampai 2 juta unit.
|
EditorAzwar Ferdian
Jakarta, KompasOtomotif – Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) atau pihak tertentu, diduga melakukan penyalahgunaan posisi dominan, penguasaan pasar, atau exclusive dealing untuk membatasi gerak diler. Dalam hal ini merujuk ke tindakan yang mengarahkan keikutsertaan dalam salah satu pameran otomotif.

Hal itu diadukan pelapor (identitas dirahasiakan) ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Rabu (27/5/2015), yang menduga ada merek-merek tertentu melanggar UU No 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, yakni menghalang-halangi pihak lain berhubungan bisnis dengan IIMS.

KPPU akan meneruskan aduan ini ke tingkat investigasi saat laporan resmi dilayangkan pelapor. Namun Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerjasama KPPU Mohammad Reza mengatakan bahwa KPPU tetap berhak meneruskan kasus ini meski pelapor tak melengkapi laporan resmi.

”Kami bisa berinisiatif mengembangkan kasus ini, sepanjang ada bukti yang mendorong ke sana. Kami akan berdialog dengan para komisioner, jika ada buktu kuat kami akan teruskan meski yang mengadukan masalah ini tidak melengkapi berkas laporan nanti,” jelas Reza.

Keterlibatan Gaikindo

Di luar pelaporan ini, Reza pernah memberi contoh, bahwa pernah Mercedes-Benz dikeluarkan dari asosiasi (Gaikindo) karena tak mau memberikan data penjualan.

”Setahu saya, di negara asalnya (Jerman), mereka memang tidak memberikan data terkait dengan persaingan. Namun Mercedes saat itu bergabung lagi dan mau memberikan data penjualan. Berarti Gaikindo dalam hal ini punya kekuatan,” ucap Reza.

Kendati demikian, pelapor dalam kasus kartel ATPM mengatakan bahwa Gaikindo tidak memberi tekanan kepada ATPM untuk mengikuti pameran tertentu. ”Secara fair dia ucapkan bahwa merek boleh tidak ikut pameran, boleh ikut salah satu , atau boleh ikut keduanya,” kata Reza mengutip penyataan pelapor.

Peminat dari diler

Permasalahannya, lanjut Reza, merek yang bernaung di bawah Gaikindo terindikasi sudah ada yang mulai melarang diler untuk berbisnis dengan pihak penyelenggara pameran tertentu.

”Sudah ada negosiasi kontrak, namun last minute dicabut. Diler sebenarnya banyak yang minat ikut pameran IIMS. Diler itu nggak kecil lho, mereka juga banyak yang besar (mampu ikut pameran),” kata Reza.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X