"Lampu Kuning" untuk Mobil Listrik Nissan

Kompas.com - 16/09/2014, 15:00 WIB
Ka-Ki (LEAF, e-NV200 Ludo, e-NV200 Combi & e-NV200 Van) NissanKa-Ki (LEAF, e-NV200 Ludo, e-NV200 Combi & e-NV200 Van)
|
EditorAris F. Harvenda

Yokohama, KompasOtomotif - Carlos Ghosn, bos Nissan berencana memangkas produksi baterai sekaligus membicarakan masa depan mobil listrik dengan mitra usaha Renault. Menurut dua sumber, seperti dilansir Reuters (15/9/2014), rencana ini mengarah pada pemberhentian produksi baterai di Amerika Serikat dan Inggris, selanjutnya hanya konsentrasi di pabrik domestik Jepang.

Rencana ini kemudian mendapat perlawanan dari pihak Jepang dan menunjukkan kemungkinan ada perpecahan terkait kolaborasi Nissan dengan Renault pada masa depan mobil listrik. Pihak Jepang sangat sensitif jika harus mencari pasokan baterai dari Korea Selatan, negara rival dalam hal teknologi.

"Kami mencoba menjadi pemimpin dalam manufaktur baterai tetapi kemudian jadi kurang kompetitif seperti yang diinginkan. Kami masih tertinggal sekitar enam sampai setahun ketimbang baterai buatan LG," beber salah satu eksekutif yang tidak mau disebutkan namanya.

Renault-Nissan mengaku masih 100 persen berkomitmen pada pengembangan kendaraan bertenaga listrik murni, jelas Rachel Konrad, juru bicara Nissan. "Kami belum mengambil keputusan apapun untuk mengubah sumber pasokan baterai," tukas Konrad.

Pasokan
Keputusan resmi menyangkut masa depan pabrik baterai Nissan di Sunderland, Inggris dan Smyrna, Tennessee, AS akan dipastikan. Pabrik baterai di AS, 43,4 persen sahamnya dimiliki Renault.

"Renault lebih memilih untuk kerja sama lebih lanjut dengan pasokan dari LG dan Nissan tetap memaksa bekerja di rumah (Jepang). Kerugian yang terjadi bisa sangat besar," beber salah satu sumber.

Menyangkut informasi ini, Ghosn mengatakan, Nissan mungkin membuka jalur pasokan baterai baru dari LG atau pemasok lain. Tetapi, memastikan belum ada keputusan yang sudah dilakukan.

Nissan dikabarkan telah melakukan negosiasi dengan produsen baterai NEC Corporation, juga dari Jepang, untuk membantu pasokan baterai, sehingga tercipta dua jalur pemasok. Selama ini, semua mobil listrik yang diproduksi Nissan menggunakan baterai rakitan sendiri, sehingga berisiko, jadi butuh perusahaan pemasok pendamping.

Pemasok baterai
Salah satu opsi keputusan yang tengah dipertimbangkan adalah, memilih LG sebagai pemasok baterai untuk beberapa model Renault. Merek Perancis itu kemudian menanamkan modal baru untuk mendirikan pabrik baterai pribadi. Opsinya, membuat perakitan baterai di salah satu pabrik Nissan di luar Jepang. Tapi, semua itu baru terwujud kalau Nissan menghentikan produksinya di pabrik tersebut.

Renault-Nissan juga dikabarkan tengah menjalin komunikasi dengan LG untuk memasok kebutuhan baterai mobil listriknya di China.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X