Bagaimana Reputasi Avanza sebagai MPV Sejuta Umat?

Kompas.com - 04/06/2014, 08:01 WIB
Avanzanation Journey wilayah Timur tiba di pantai Lampu Satu, Merauke, Papua, Selasa (11/2/2014). Febri ArdaniAvanzanation Journey wilayah Timur tiba di pantai Lampu Satu, Merauke, Papua, Selasa (11/2/2014).
|
EditorAris F. Harvenda
Jakarta, KompasOtomotif – Suka atau tidak suka, fenomena Avanza membekas perjalanan otomotif Indonesia. Meski kini diterpa tekanan banyak pesaing, penerus kiprah mobil sejuta umat, Kijang, yang lahir pada 2004 silam ini masih mengenakan predikat model terlaris di Indonesia.

Konsep awal dimulai sejak 1999. Saat itu Toyota Indonesia meminta kepada prinsipal Jepang untuk menciptakan mobil rasa Kijang dengan harga lebih murah. Usulan itu selalu selalu ditolak, sampai akhirnya pada 2003 disetujui.

Pada akhir 2003, di era kepemimpinan mantan Presiden Direktur TAM, Johnny Darmawan, Avanza meluncur sekaligus membuka kelas baru, MPV 7-penumpang yang dijual dengan harga Rp 99,9 juta. Sejak saat itulah kelas MPV di Indonesia membesar, bahkan bisa merebut pasar Kijang yang harganya semakin mahal. Selain saudara kandung, Daihatsu Xenia, di masa kejayaannya, tidak ada pesaing serius buat Avanza.

“Dulu indennya bisa sampai 6 bulan,” kenang Biyouzmal, Branch Manager Auto2000 Pramuka, saat presentasi produk Avanza kepada komunitas pemilik Toyota di Jakarta, Selasa (4/6/2014). “Bahkan dulu sales sering ngumpet, karena takut dicariin konsumen yang mau beli atau nanya kapan mobilnya dikirim,” ujarnya sambil sedikit menceritakan pengalamannya 18 tahun bekerja untuk Toyota.

Dari 2003 ke 2004, total pemasaran low MPV melonjak 187,21 persen. Avanza langsung menyumbang 37 persen di otomotif Indonesia. Tanpa kompetisi yang bikin gelisah, Avanza sukses menyalip semua model lain untuk menjadi yang terlaris selama 9 tahun di Indonesia mulai 2005. Terhitung sejak lahir, 1.140.992 unit Avanza telah beredar di Indonesia.

Pelosok
Transformasi penting Avanza dimulai pada 2006, mesin lama diganti mesin baru berteknologi VVT-i. Pada 2009 dilengkapi transmisi otomatis, kemudian 2011 lahirlah generasi baru (All-New) yang masih bertahan hingga sekarang.

Data terakhir, pada 2013 total penjualan mobil di Indonesia pada 2013 mencapai 1.229.916 unit, porsi Avanza 213.458 unit.  Namun sekarang beda, Suzuki Ertiga dan Chevrolet Spin terus berbenah diri, sementara Honda Mobilio yang lahir belakangan terus mengumbar tanda bahaya. Kendati rekap total penjualan 2014 masih jauh, perlahan penjualan Avanza tergerus model lain.

Hal itu diakui Biyouzmal, tapi ia mengatakan, Avanza masih belum bisa ditandingi. Salah satu faktor penting yang menjadi keunggulan, jaringan dealer yang menyebar di seluruh Indonesia. “TAM punya 264 dealer, memang penjualan mobil terkonsentrasi di pulau Jawa, tapi Toyota bisa jualan sampai ke pelosok,” jelasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X