Penjualan "Mobil Murah" Belum Meledak!

Kompas.com - 18/02/2014, 17:07 WIB
Harga bahan baku jadi naik karena nilai rupiah makin merosot Zulkifli BJHarga bahan baku jadi naik karena nilai rupiah makin merosot
|
EditorAris F. Harvenda
Jakarta, KompasOtomotif - Ketua III Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Johnny Darmawan mengatakan, penjuaan mobil harga terjangkau dan ramah lingkungan (LCGC), dirasa belum tepat sasaran (pemilik mobil pertama). Konsumen yang membeli saat ini justru sebagai mobil kedua atau pengganti mobil bekas.

"Tahun lalu, penjualan Agya dan Ayla sekitar 8.000-9.000 unit, jumlah konsumen mobil kedua dan pemilik mobil bekas itu 6.000 unit, sisanya (3.000 unit) pemilik mobil pertama" beber Johnny, di Cibinong, Jawa Barat, Selasa (18/2/2014).

Kondisi ini, jelasnya, bukan karena kesalahan pihak Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). Pasalnya, potensi pembeli mobil pertama sudah coba dirangkul dengan mengundang komunitas, dan pengguna sepeda motor, dalam berabagai acara pengenalan mobil murah.

"Ternyata masih belum efektif. Namun, sepertinya tidak lama lagi akan tepat sasaran. Ketika itu terjadi, pasar akan meledak," beber Johnny.

Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Januari 2014, empat model LCGC, yakni Daihatsu Ayla, Toyota Agya, Honda Brio Satya, dan Suzuki Karimun WagonR sudah mencakup pangsa 13,8 persen atau 14.286 unit terhadap total penjualan 103.494 unit.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X