6.000 Orang Meninggal Karena Bertelpon Sambil Menyetir

Kompas.com - 16/03/2011, 08:02 WIB

KOMPAS.com - Di Indonesia, khususnya Jakarta,  pelarangan penggunaan telepon saat menyetir baru diterapkan Kepolisian Lalu Lintas Republik Indonesia sejak Desember 2010. Polisi tak segan-segan menilang pengendara yang tertangkap nyetir sambil bertelepon dengan ancaman denda Rp 750.000 atau kurungan 3 bulan penjara.

Remaja
Bagi sebagian pengemudi, hal tersebut dianggap sepele. Namun menurut sebuah lembaga peneliti di Amerika Utara, North American Precis Syndicate (NAPSI),  setiap tahun lebih 6.000 nyawa melayang karena konsentrasi mereka pecah saat mengemudi. Penyebabnya, ya..ber-SMS, BBM, membalas e-mail atau menjawab telepon. Statistik mencatat, lebih dari 500.000 orang terluka setiap tahun karena ber-ponsel saat menyetir.

Lebih mengenaskan lagi, mayoritas korban adalah remaja. Menurut survei LG Mobile, cuma 4 persen orang tua menyadari, bertelepon sembari mengemudi berbahaya. Dari penelitian disimpulkan,  jumlah korban remaja lebih besar karena pengalaman mereka mengemudikan masih kurang.Namun ini bukan berarti orang dewasa boleh bertelepon sambil menyetir!

Dicontoh
gaya mengemudi anak banyak dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, terutama saat berada di dalam mobil. Nah, jika orang tua biasa menyetir tanpa menghiraukan keselamatan bakal menurun pada anak-anaknya nanti.

Sedikit ilustrasi, pada waktu orang menjawab telepon atau SMS sambil nyetir, konsentrasi otak manusia berkurang 37 persen. "Ketika seseorang sedang mengemudi pada kecepatan 100 kpj dan memperhatikan SMS dalam tiga detik saja, sama dengan berkendara tanpa arah sepanjang lapangan bola. Sangat berbahaya," jelas Kevin W. Bakewell, Senior Vice President AAA South, sebuah perusahaan transporasi di AS.

Nah, bagi Anda yang sampai sekarang masih juga berponsel-ria sembari menyetir, mari sama-sama mendisiplin diri. Tingkatkan kesadaran keselamatan baik untuk diri sendiri dan orang lain di jalan!  

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorZulkifli BJ
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X