Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Bahaya Asal Ganti Coolant Mobil Tanpa Mengerti Tahapannya

SLEMAN, KOMPAS.com - Penggantian coolant atau cairan radiator tidak boleh dilakukan sembarangan. Hal ini penting diperhatikan karena ada tahapan-tahapan yang tidak boleh terlupakan.

Demi menjaga kemampuan sistem pendingin mesin, coolant wajib diganti secara rutin dengan menguras total. Setelah itu, diharapkan perlindungan mesin tetap terjaga dan suhu kerja tetap stabil.

Ketika mengganti coolant, ada satu tahapan yang kerap terlupakan dan justru menjadi hal berbahaya.

Hardi Wibowo, Pemilik Aha Motor Yogyakarta mengatakan, saat mengganti coolant pada mobil harus dilakukan oleh teknisi yang sudah ahli agar tidak terjadi masalah lebih besar.

“Harapan dilakukan penggantian coolant kan menjaga performa mesin, jadi jangan sampai setelah ganti coolant malah mesin bermasalah, seperti turun mesin akibat overheat, itu disayangkan,” ucap Hardi kepada Kompas.com, Senin (23/10/2023).

Pria yang mendirikan bengkel Spesialis Nissan & Datsun di Mlati, Sleman, Yogyakarta ini mengatakan, penggantian coolant sebenarnya cukup sederhana karena tinggal membuang yang bekas dan diganti baru.

Hanya saja, untuk mendapatkan hasil maksimal, diperlukan prosedur khusus yakni flushing yang dilakukan oleh ahlinya.

“Selain metode flushing harus benar, formula coolant juga harus pas tidak terlalu pekat atau encer, demi hasil pendinginan yang baik dan jangan lupa untuk mengeluarkan sisa gelembung udara,” ucap Hardi.

Hardi mengatakan, pembuangan gelembung udara kerap terlewatkan karena menjadi tahapan akhir setelah coolant diganti.

“Padahal ketika ada gelembung udara yang terperangkap dan ikut bersirkulasi di dalam saluran coolant, akan membuat pendinginan tidak optimal bahkan bisa menjadi pemicu terjadinya overheat,” ucap Hardi.

Seperti yang diketahui mantel air di sekeliling dinding silinder menjadi media penyerap panas, jika ruangan tersebut ditempati oleh udara, maka proses pendinginan tidak akan optimal menurut Hardi.

“Area mantel air yang diisi udara tidak akan mendapatkan penyerapan panas dengan baik, akhirnya memicu terjadinya penguapan, akhirnya mesin mengalami overheat, jika ini tidak ditangani segera risikonya kepala silinder bisa melengkung, dan wajib turun mesin,” ucap Hardi.

Maka dari itu, Hardi menjelaskan, proses bleeding jangan sampai terlewat yakni dengan membuang gelembung udara pada titik tertinggi saluran air radiator.

“Sebagian mobil sudah tersedia tempat khusus, dengan adanya napple yang bisa dibuka seperti keran, itu dibuka sampai yang keluar air tidak ada gelembungnya dengan menyalakan mesin atau stasioner,” ucap Hardi.

Namun, bila di mobil tersebut tidak dilengkapi keran bleeding, bisa melakukan tahapan tersebut secara manual lewat saluran masuk coolant sampai tidak ada lagi gelembung udara yang muncul.

https://otomotif.kompas.com/read/2023/10/23/173100115/bahaya-asal-ganti-coolant-mobil-tanpa-mengerti-tahapannya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke