Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Mengenal Apa Itu Sasis Tronton Bus

JAKARTA, KOMPAS.com – Berbagai model bus di Indonesia saat ini sudah semakin banyak. Mulai dari kelas pelayanan ekonomi sampai bus premium dengan kabin mewah dan sasis tronton dengan harga miliaran rupiah.

Sasis tronton ini biasa digunakan pada bus tingkat atau double decker dan maxi bus yang memiliki tinggi di atas 3,8 meter dan panjang mencapai 13,5 meter. Sasis tronton ini memiliki kemampuan untuk menopang sasis super tinggi dan berat tersebut.

Lalu mengapa sasis untuk bus mewah ini disebut dengan sasis tronton?

Penggiat forum Bismania Indonesia, Dimas Raditya mengatakan, penyebutan sasis tronton dikarenakan jumlah as rodanya yang ada tiga, atau triple axle.

“Penamaannya karena jumlah as rodanya yang sama dengan truk tronton, yaitu tiga as roda,” kata Dimas kepada Kompas.com, belum lama ini.

Selain itu, bus tingkat menurut PP Nomor 55 Tahun 2012 tentang kendaraan, harus memiliki jumlah berat yang diperbolehkan atau GVW minimal 21 ton. Kemampuan membawa berat sebesar itu dimiliki oleh sasis tronton.

Lalu untuk membawa berat sebesar itu, bus dengan sasis tronton memiliki tenaga dan torsi yang besar. Untuk tenaganya, rata-rata sasis tronton buatan eropa memiliki minimal 400 tenaga kuda dan torsi di atas 1.000 Nm.

Selain itu, dengan kondisi infrastruktur jalan yang semakin baik, berbagai perusahaan otobus (PO) memilih sasis tronton untuk armadanya. Memiliki mesin yang besar, membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien dan ketahanan mesin yang lebih panjang.

Sasis tronton ini juga masuk ke dalam kelas premium. Saat ini baru pabrikan eropa saja yang menjual sasis trontonnya di Indonesia, seperti Scania K410iB, Volvo B11R, Mercedes-Benz OH 2542, dan MAN R37 dan RR4. Selain itu harga untuk sasisnya saja mulai dari Rp 1,5 miliar.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/09/01/102200215/mengenal-apa-itu-sasis-tronton-bus

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke