Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ini Bahaya Jika Terlalu Lama Berkendara di Belakang Bus dan Truk

JAKARTA, KOMPAS.com - Berada di belakang kendaraan besar seperti bus dan truk, bukan hanya tidak nyaman, tapi juga berpotensi membahayakan bagi kendaraan lebih kecil semacam mobil dan sepeda motor.

Jusri Pulubuhu, Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan, berada di belakang bus dan truk dapat membahayakan karena membuat blind spot alias titik buta lebih besar.

"Karena kita tidak tahu apa yang terjadi di depan mobil kita. Dia (sopir bus dan truk) sudah bisa memprediksi manuver apa yang diambil sedangkan kita di belakang seperti pakai kacamata gelap, hanya sisi samping bus saja yang kita lihat," kata Jusri kepada Kompas.com, Kamis (18/6/2020).

Hal yang sering terjadi ialah, saat bus atau truk mengerem maka mobil atau motor malah menabrak ke depan. Ini terjadi karena pengemudi kurang reaktif sebab seperti melihat tembok.

"Jadi kalau bus mengerem tiba-tiba kita tidak bisa berbuat banyak sebab fase analisa kita jadi sedikit, atau waktu persepsi kita mempelajari sesuatu jadi sedikit," katanya.

Salah satu cara jika berada di belakang bus atau truk kata Jusri, ambil jarak cukup jauh agar pandangan lebih luas. Konsekuensinya ialah kecepatan lebih lambat tapi hal ini lebih aman dari sisi safety driving.

"Keuntungannya bidang pandangnya lebih besar. Kemudian ada jarak lebih jika bus mengerem. Seperti kalau kita berdiri satu meter depan pintu kita tidak bisa lihat apa-apa, tapi kalau kita mundur bakal lebih terlihat," katanya.

"Ada opsi lain yaitu mencari kondisi yang tepat untuk menyalip agar mendapat bidang pandang yang lebih luas. Jadi jangan berah-betah di belakang bus atau truk. Kalau bus mengerem, kita tidak tahu akan bahaya," katanya.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/06/19/112200415/ini-bahaya-jika-terlalu-lama-berkendara-di-belakang-bus-dan-truk

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke