Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Daihatsu Sirion Tanpa Inden, Penjualannya Belum Meroket

BANDUNG, KOMPAS.com - Pembatasan kuota impor mobil yang dilakukan pemerintah demi menekan defisit necara perdagangan yang dilakukan pada akhir 2018 lalu, kini tidak dimasalahkan Daihatsu Sirion.

Namun penjualan mobil buatan Malaysia ini tak kunjung bertumbuh. Selama Januari-September 2019, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengklaim telah menjual Sirion sebanyak 1.093 unit dengan rata-rata 150 unit per bulan.

"Jumlah tersebut naik 17 persen (market share) dibandingkan tahun sebelumnya. Tapi kita masih di peringkat keempat dalam pasar citycar. Peringkat pertama dipegang oleh Honda Brio," kata Direktur Pemasaran ADM Amelia Tjandra di Bandung, Jawa Barat, Jumat (11/10/2019).

"Terkait pengiriman unit, tidak ada inden," ujarnya.

Berdasarkan data penjualan wholesales (dari pabrik ke diler) yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil domestik di periode Januari-Agustus 2019 terjadi perlambatan sebesar 11,5 persen dari 102,197 unit menjadi 90,403 unit.

Tetapi, Sirion terlihat mengalami pertumbuhan dari 980 unit di 2018 menjadi 1.330 unit pada periode yang sama. Namun rata-rata penjualannya tak begitu berubah dibanding dua tahun sebelumnya.

"Karena secara keseluruhan, saat ini pasar citycar turun 18 persen," ujarnya.

Sebelumnya, Amelia mengatakan bahwa tahun ini terjadi pengurangan supply unit Sirion, dari 200 unit menjadi sekitar 100 unit. Hal ini karena adanya pembatasan impor kendaraan bermotor di Indonesia.

"Walaupun ekspor kita besar, ketika ada pembatasan impor semua produsen kena. Kita sedang minta lagi untuk menambah kuota Sirion supaya sesuai dengan sebelumnya, yakni 200 unit tiap bulan," katanya beberapa waktu lalu.

https://otomotif.kompas.com/read/2019/10/12/144200015/daihatsu-sirion-tanpa-inden-penjualannya-belum-meroket

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke