Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Alasan Busi Mobil Jangan Cuma Diganti Satu Saja

Kompas.com - 10/12/2021, 16:01 WIB
Donny Dwisatryo Priyantoro,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun ukurannya kecil, tapi busi memiliki fungsi yang sangat penting pada mesin mobil. Komponen yang satu ini juga termasuk salah satu yang harus diganti secara rutin.

Pergantian busi sebaiknya dilakukan tiap 60.000 km atau 80.000 km. Sebab, busi juga memiliki usia pakai dan performanya akan menurun.

Busi yang sudah menurun performanya, apalagi sampai mengganggu proses pembakaran pada mesin atau bahkan mati, perlu untuk segera diganti.

Baca juga: Jangan Sampai Salah Pasang Busi Mobil, Ini Akibatnya

Kepala Bengkel Auto2000 Cibinong Deni Adrian, mengatakan bahwa jika salah satu busi pada mobil sudah mengalami penurunan performa, direkomendasikan untuk segera menggantinya dengan yang baru.

Namun, perlu diingat, pergantian busi sebaiknya tidak dilakukan hanya pada busi yang bermasalah saja. Busi lainnya pun juga harus diganti dengan yang baru.

“Biasanya tiap busi mewakilli kondisi tiap silindernya, tapi kalau salah satu busi mati, tidak disarankan hanya mengganti satu saja, kecuali dalam kondisi darurat,” kata Deni, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Cara Mudah Ketahui Kapan Waktu Tepat Ganti Busi Kendaraan

Deni menambahkan, jika busi yang diganti hanya yang bermasalah saja, maka proses pembakaran tidak sama antara busi yang baru dengan yang lama.

Dampaknya, tenaga atau performa mesin jadi menurun. Selain itu, dikhawatirkan juga busi yang lama bisa mengalami kerusakan jika digunakan terus menerus.

Busi yang performanya sudah menurun tidak hanya berpengaruh pada proses pembakaran, tapi juga efisiensi bahan bakar.

Gunakan juga busi yang sesuai peruntukkannya dengan spesifikasi mobil atau anjuran pabrikan. Untuk pemasangan busi, sangat disarankan untuk menggunakan kunci torsi agar tidak memutarnya terlalu kencang hingga membuat drat busi dan drat mesin rusak.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
China Minta AS Cabut Perintah Terkait Minyak Asal Venezuela
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau