Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Begini Jurus Bikin Kaca Helm Jadi Anti-air

Kompas.com - 19/01/2021, 12:01 WIB
Aprida Mega Nanda,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Musim penghujan kembali tiba. Bagi pengendara sepeda motor, ini menjadi musim yang membutuhkan banyak persiapan untuk berkendara.

Salah satu permasalahan yang kerap menimpa pengemudi motor saat hujan, yakni kaca helm yang mengembun atau air yang menempel pada permukaan kaca. Selain mengganggu, hal itu tentu berbahaya, sebab bisa mengganggu visibilitas dari pengendara itu sendiri.

Baca juga: Mulai Musim Hujan, Begini Cara Keringkan Helm yang Benar

Alangkah baiknya pengemudi motor mempertimbangkan penggunaan aksesori tambahan seperti anti-rain pada visor helm.

Pemilik 1Ds Inside, Helmets & Racing Gear Detailing Service Aditya Wahyu Utama mengatakan, anti-rain pada visor helm memiliki sifat ‘hydropobic’ atau efek daun talas sehingga butiran air tidak akan menempel pada permukaan visor.

“Umumnya memang digunakan untuk pebalap. Namun karena banyaknya permintaan, tidak ada salahnya dipasang untuk penggunaan harian supaya visibilitas tetap baik ketika berkendara di tengah hujan,” ujar pria yang akrab disapa Wahyu kepada Kompas.com, Selasa (19/1/2021)

Menurut Wahyu, metode pemasangannya pun cukup mudah hanya tinggal tempel di visor helm saja. Dipasangkan pada bagian visor layaknya tear-off.

“Namun sebelum menempel, pastikan permukaan helm sudah terbebas dari debu dan air,” kata Wahyu.

Baca juga: Bahas Lagi Desain CR-V Pertama dengan Mesin Turbo

Wahyu melanjutkan, anti-rain ini sudah bisa digunakan untuk semua helm, selama sudah flat visor. Jika pemilik helm ingin memasang pada visor yang cembung sebetulnya bisa saja, namun harus dipotong lagi dan disesuaikan ukurannya.

“Risikonya anti scrath-nya jadi sedikit karena medianya semakin kecil,” katanya.

Menyoal harga, untuk per-satu lembar anti-rain (hydrophobic) dan anti scratch film dibanderol Rp 25 ribu.

“Lama pemakaian bisa sampai 3-4 bulan. Saya sendiri sudah pakai 4 bulan masih berfungsi normal," tutur Wahyu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Detik-detik Serangan AS "Terangi" Yaman, Petinggi Houthi Jadi Sasaran
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau