Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ribuan Kendaraan di Tol Cikampek Diputar Balik karena Pemudik Tak Bawa SIKM

Kompas.com - 27/05/2020, 16:02 WIB
Stanly Ravel,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk sementara waktu melarang masyarakat yang sudah mudik, kembali ke Jakarta.

Bersama dengan instansi gabungan, Pemprov pun melakukan upaya penyekatan untuk menyaring adanya pendatang yang tanpa izin masuk Ibu Kota usai Lebaran.

Selama dua hari pelaksanaan penyekatan arus balik, pihak kepolisian berhasil memutar balik 1.411 kendaraan yang hendak menuju Jakarta dari ruas Tol Jakarta-Cikampek. Semua kendaraan diminta kembali ke tempat keberangkatan usai dilakukan pemeriksaan di KM 47.

Baca juga: Sampai Kapan Penyekatan Arus Balik Berlangsung?

"Jumlah total kendaraan keseluruhan yang diputar balik pada Selasa (26/5/2020) dari jam 08.00-00.00 WIB sebanyak 1.129 unit, untuk Rabu (27/5/2020) 282 unit, total 1.441 kendaraan," ucap Kapolres Karawang AKPB Arif Rachman Arifin, yang disitat dari NTMC Polri, Rabu (27/5/2020).

Total 1.129 kendaraan yang berhasil dihalau masuk Jakarta, sebanyak 1.114 unit terdiri dari kendaraan pribadi. Sementara sisanya merupakan bus dan Elf yang biasa digunakan sebagai transportasi travel.

Sedangkan pada hari kedua, dengan jumlah 282 unit juga masih didominasi oleh kendaraan pribadi. Untuk bus sendiri jumlahnya hanya tiga unit.

Baca juga: Begini Cara Mendapatkan Surat Izin Keluar Masuk Jakarta

Menurut Arif, seluruh kendaraan tersebut mencoba masuk tanpa memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) yang telah menjadi syarat untuk masuk ke wilayah Jakarta.

"Iya, semua kita putar balik karena tidak ada SIKM. Kendaraan-kendaraan itu kita keluarkan di Karawang Barat," ucap Arif.

Seperti diketahui, Pemprov DKI dengan tegas sudah mengatakan masyarakat yang ingin keluar Jabodetabek wajib memiliki SIKM, begitu juga bagi pendatang yang berasal dari luar Jabodetabek.

Baca juga: Catat, Ini Kriteria Pengguna Kendaraan yang Bisa Dapat SIKM Jakarta

Upaya ini dilakukan sebagai langkap mengantisipasi adanya penyebaran virus corona (Covid-19) pasca-libur Lebaran yang mengkin saja dibawa oleh para pendatang dari luar Jakarta.

Polisi pun melakukan penyekatan secara berlapis, tidak hanya dari wilayah Jabodetabek, tapi juga dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Selain jalan tol, akses arteri, perbatasan dan jalan tikus ikut dipertebal pengawasannya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
[FULL] Kapolri soal Pantauan Arus Mudik Lebaran 2025: Fatalitas dan Keamanan Lebih Baik dari Tahun
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau