Cara Mitsubishi Fuso Menghindar Terlibat Kecelakaan - Kompas.com

Cara Mitsubishi Fuso Menghindar Terlibat Kecelakaan

Kompas.com - 13/02/2018, 08:22 WIB
Kecelakaan truk di Tol Jakarta-CikampekRidwan Aji Pitoko Kecelakaan truk di Tol Jakarta-Cikampek

Jakarta, KOMPAS.com – Kecelakaan yang melibatkan bus dan truk akhir-akhir ini sedang menjadi perbincangan. Meski peran pemerintah jadi sorotan, tapi memang tak bisa kalau upaya pencegahan dilakukan sendirian, butuh bantuan berbagai pihak.

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors ( KTB) distributor resmi truk Fuso dan salah satu pebisnis kendaraan komersial, punya upaya partisipasi mencegah terjadinya kecelakaan di jalan, minimal untuk mereknya sendiri.

Duljatmono, Direktur Sales & Marketing KTB mengatakan, kalau pihaknya secara berkala melakukan pelatihan kepada sopir truk konsumennya. Lokasi pelatihan sendiri menyesuaikan, tergantung dari kebutuhan.

“Kami selalu memberikn safety driving atau istilahnya driving clinic kepada para sopir. Itu sudah lama kami laksanakan beberapa tahun yang lalu, khususnya kepada customer fleet atau retail kami, sama jenisnya,” kata Duljatmono, di Jakarta, Senin (12/2/2018).

Baca juga : Fuso Kembali Rangkul Pelaku Usaha

Mitsubishi FusoStanly/KompasOtomotif Mitsubishi Fuso

Sementara soal performa kendaraan, Duljatomono juga menuturkan, kalau pihaknya melalui dealer ikut terus mengingatkan konsumen agar melakukan servis atau uji KIR. Namun, memang tidak semua pemilik Fuso, mendapat perhatian tersebut.

“Jadi mobil harus dalam keadaan prima, kami mengajak para konsumen fleet untuk selalu merawat kendaraannya, datang ke bengkel untuk mengecek, itu terus kami lakukan. Itu sudah menjadi kewajiban dealer mengingatkan untuk perawatan, mulai dari ganti oli, suku cadang fast moving dan lainnya,” ucap Duljatmono.

“Kalau untuk pemilik Fuso yang sudah lama sekali, mungkin tidak, karena kepemilikannya sudah berpindah-pindah ke mana-mana. Paling tidak untuk pembeli yang di dalam 1-5 tahun, kalau lewat dari waktu itu, sudah berpindah tangan jadi agak susah,” ucap Duljatmono.


Komentar
Close Ads X