Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mitsubishi Fuso Enggak Khawatir Bersaing dengan Hyundai

Kompas.com - 23/11/2017, 21:02 WIB
Fachri Fachrudin

Penulis

Bogor, KompasOtomotif - Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang pesat memberi daya tarik bagi segmen kendaraan niaga. Situasi ini membuat beberapa merek kembali memulai bisnisnya di Indonesia, salah satunya dari Korea Selatan.

Kondis ini yang menjadi alasan Hyundai Motor Company (HMC) kembali bermain di segmen ini. Dengan menggandeng PT Hyundai Oto Komersial Indonesia (HOKI) sebagai distributor produknya, Hyudai menawarkan light duty truck Mighty dan heavy duty truck Xcient.

Menanggapi itu, Presiden Direktur PT Krama Yudha Tiga Berlian (KTB), Atsushi Kurita, menilai bahwa Hyundai akan menjadi salah satu pesaing Mitsubishi.

"Hyundai secara global sangat baik, dan akan menjadi kompetitor yang kuat bagi kami. Tak hanya Hyundai, semua kompetitor lain juga kuat," kata Atsushi di sela kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) KTB di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sirnagalih 01 Jonggol, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Kamis (23/11/2017).

Meskipun demikian, Atsushi meyakini bahwa Mitsubishi tidak akan kehilangan konsumen di Indonesia. Alasannya, sudah sekitar 40 tahun Mitsubishi menjadi market leader di segmen kendaraan niaga di Indonesia. Kualitas kendaraan pun terus ditingkatkan.

Saat ini, menurut dia, kapasitas produksi KTB mencapai 4.500 unit per bulan. Rencananya, KTB akan meningkatkan produksi menjadi 5.000 unit per bulan.

"Optimistis karena truk Mitsubishi punya pengalaman dan diterima konsumen di Indonesia selama lebih dari 40 tahun," kata Atsushi.

Sebelumnya, Direktur Marketing PT KTB menyebutkan bahwa sejak Januari hingga Oktober 2017 penjualan mencapai 33.497 unit. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 27 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.

Penjualan paling besar dihasilkan oleh kelas light duty dengan produk Cold Diesel. Dominasinya absolut, yakni 55,2 persen.

"Terjadi juga peningkatan pangsa pasar di kelas itu, dari 55,2 persen di 2016, menjadi 58,5 persen di tahun ini," kata Duljiatmono di Jakarta, Jumat (17/11/2017).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kapal Selam Wisata Tenggelam di Laut Merah, 6 Orang Tewas
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau