Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Strategi Suzuki Ikut Program LCEV

Kompas.com - 18/11/2017, 08:22 WIB
Aditya Maulana

Penulis

Jakarta, KompasOtomotif - Program low carbon emission vehicle (LCEV) rencananya dirilis akhir tahun ini. Jika regulasi itu sudah diluncurkan, para pemegang merek bisa memilih teknologi mana yang sekiranya menguntungkan.

Regulasi itu mengatur salah satunya insentif pajak untuk kendaraan dengan teknologi canggih seperti hibrida, listrik, bahan bakar gas, hingga hidrogen (fuel cell).

Kepada KompasOtomotif, Donny Saputra Direktur Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) 4W menjelaskan, untuk teknologi apa yang akan dipilih masih belum ditentukan. SIS akan melihat dan mempelajari dulu regulasi itu.

"Kita belum bisa bicara detail untuk program ini. Tetapi secara teknologi kita sudah punya dan tentunya siap," ucap Donny belum lama ini di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Baca juga: Menperin Tegaskan Regulasi LCEV Selesai Sebentar Lagi

Donny pun sedikit membocorkan strategi jika ikut program LCEV. Menurut dia, paling masuk akan dan sesuai dengan kondisi sekarang di Indonesia, yaitu semi hibrida.

"Bicara fakta, dan aktual kondisi yang ada kalau kita langsung ke listrik masih butuh waktu lama, sebelum masuk ke hibrida juga seperti itu. Jadi kita mungkin akan bermain di semi hibrida baru ke full hibrida, setelah itu listrik," ujar Donny.

Listrik dan hibrida 100 persen, lanjut Donny membutuhkan infrastruktur lebih. Belum lagi memilirkan bagaimana nanti limbah dari baterai mau dibuang ke mana.

Baca juga: Kerusakan yang Terjadi pada Skutik karena Lalai Servis Rutin

"Diskusi mengenai ini memang masih sangat panjang, tetapi harus dilewati dan dijalani. Mungkin saya baru bisa bicara sampai tahap itu dulu," kata dia.

Suzuki itu sendiri sudah punya teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS). Sistem ini terdiri dari tiga komponen utama, yaitu mesin diesel, aki berkapasitas besar (70 Ah), dan teknologi Integrated Starter Generator (ISG).

Teknologi itu sudah tersemat pada Ertiga Diesel yang juga mulai dijual di Indonesia sejak tahun ini.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
China Minta AS Cabut Perintah Terkait Minyak Asal Venezuela
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau