Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Meski Ada LCEV, Program "Mobil Murah" Berlanjut

Kompas.com - 12/08/2017, 07:42 WIB
Ghulam Muhammad Nayazri

Penulis

Tangerang, KompasOtomotif – Program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ditargetkan bergulir mulai tahun depan.

Namun, LCEV baru ini tidak lantas mematikan program yang mendahuluinya, yaitu Kendaraan Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) atau mobil murah. Padahal sebelumnya sempat beredar isu kalau program mobil murah ini, akan diberhentikan, saat LCEV mulai masuk ke pasar Indonesia.

Kala itu I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) juga masih belum bisa juga memberikan kepastian, ketika ditanyakan soal nasib LCGC. Namun kali ini, dirinya mantap menyatakan kalau program tersebut masih berlanjut.

Baca juga: Komisi X Dukung Mendikdasmen Soal Study Tour: Kalau Dilarang Merugikan Siswa

“Kami akan terus me-mantain program LCGC atau KBH2, karena beberapa pertimbangan. Jadi ketika program LCEV hadir, LCGC masih akan berjalan,” kata Putu saat berbicara pada Indonesia International Automotive Conference yang ke-12 di BSD, Tangerang, Jumat (11/8/2017).

Putu melanjutkan, kalau program LCGC juga akan mengalami pembaruan, terutama soal batasan efisiensi bahan bakar. Di mana di dalam Permenperin Nomor 33 Tahun 2013 yang masih menjadi acuan saat ini, mneyebut kalau konsumsi bahan bakar paling minimal 20 kilometer per liter.

“Saat ini kami sudah bisa mencapai efisiensi bahan bakar sampai 20 km per liter. Namun, program LCGC yang baru harus bisa di-improve lebih dari 20 km per liter,” ujar Putu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
China Minta AS Cabut Perintah Terkait Minyak Asal Venezuela
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau