Sejarah "Recall" Mobil Sejak 1973, Semua demi Penuhi Hak Konsumen - Kompas.com
BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Toyota Astra Motor

Sejarah "Recall" Mobil Sejak 1973, Semua demi Penuhi Hak Konsumen

Dimas Wahyu
Kompas.com - 03/11/2017, 09:42 WIB
Tes tabrak Toyota Kijang Innova terbaru yang dilakukan ASEAN NCAP.ASEAN NCAP Tes tabrak Toyota Kijang Innova terbaru yang dilakukan ASEAN NCAP.

KOMPAS.com - Penarikan sebuah produk dari pasaran untuk perbaikan kerap dilakukan oleh produsen, mulai dari makanan, obat, hingga kendaraan bermotor.

Mulanya sendiri, penarikan semacam ini terjadi pada sebuah kendaraan buatan Amerika pada 1973.

Ketika itu, General Motors selama beberapa tahun mendapatkan keluhan mengenai janggalnya kemudi pada sedan besar Cadillac produksi tahun 1959-1960.

Menurut berkas surat kabar Washington Post pada 17 Januari 1978, isu tersebut dimulai dari lembaga non-profit di Washington bernama Center for Auto Safety.

Proses debat panjang, penelitian, dan kesaksian akhirnya berujung pada temuan masalah di bagian setir, yakni "pit arm".

Menurut penjelasan, mobil- mobil ini hilang kendali meski baru melaju dalam kecepatan beberapa belas kilometer per jam.

Akhirnya, penarikan dilakukan. Dari sinilah kemudian sejarah dunia soal kampanye penarikan produk untuk perbaikan dimulai.

Bahkan, momen itu bukan hanya menjadi catatan pertama dalam sejarah recall produk, tetapi juga penarikan dalam jumlah besar pertama di dunia.

Total terdapat 43.400 unit ditarik dari jumlah produksi keseluruhan sebanyak 284.456 sedan Cadillac pada tahun-tahun tersebut.

Padahal, Dodge saja pada kisaran tahun yang sama hanya membuat 300.000-an mobil, sedangkan Chrysler hanya 70.000-an mobil.

Produsen kemudian diarahkan oleh lembaga keselamatan jalan raya Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) yang berada di bawah Departemen Transportasi, untuk membuat berita penarikan bagi para konsumennya.

Tahun 1973, Cadillac lantas menyebarkan buletin bagi para pemilik sedan itu. Cadillac meminta agar para pemilik membawa sedan-sedan mereka ke bengkel resmi.

"Tujuan dari buletin ini adalah menginformasikan kepada Anda bahwa Cadillac Motor Car Division menarik semua sedan produksi 1959-1960 untuk mendapatkan penggantian pit arm tanpa dipungut biaya apa pun," tulis pihak Cadillac dalam buletin itu, yang masih disimpan NHTSA dalam lamannya hingga kini.

Kampanye berlanjut

Seiring makin besarnya produksi mobil di seluruh dunia, penarikan masif semacam itu berlanjut. Kali ini, hal serupa terjadi di Inggris.

Tiga tipe mobil Triumph yang merupakan mobil laris di Negeri Ratu Elizabeth ditarik dari peredaran, yakni tipe Toledo, 1500, dan Dolomite.

Sebanyak 103.000 mobil diduga mengalami masalah di bagian suspensi depan sehingga bisa membuatnya tidak bisa dibelokkan, seperti diberitakan majalah Autocar pada Agustus 1973.

Berlanjut kemudian, "rekor" baru lantas diambil kembali oleh Negeri Paman Sam. Ford Motor Company menarik 1,5 juta hatchback Ford Pinto pada Juni 1978.

Masalah kali ini berpusat di tangki bahan bakar yang bisa memicu api, seperti diberitakan The New York Times pada 11 Juni 1980.

Deretan kampanye perbaikan dalam catatan sejarah tersebut tidak lain menyadarkan bahwa di satu sisi, tiap produk melakukan perbaikan, perkembangan, yang tujuannya tidak lain demi memenuhi kebutuhan konsumen, seperti juga ketika kasus masalah airbag Takata bergulir belakangan ini.

Salah satu fasilitas Takata Corp.cochranfirmdc.com Salah satu fasilitas Takata Corp.

Seiring berita yang beredar luas, sekian puluh merek kendaraan dinyatakan perlu perbaikan karena menggunakan airbag Takata. Merek-merek itu mencakup Mercedes Benz, General Motors, Jeep, Ferrari, Honda, Toyota, Nissan, hingga Ford.

Baca: Perlu Tahu, Takata Suplai Airbag Honda, Toyota, Mercy, sampai Ferrari

Seperti juga ketika Cadillac mulai menarik dan menginformasikannya secara terang-terangan kepada konsumen melalui buletin, hal semacam ini pun menjadi contoh agar konsumen segera menyadari kebutuhan perbaikan tersebut demi keselamatannya. Contoh lainnya mungkin ada pada produk obat Tylenol.

"Salah satu contoh emas yang bisa dilihat adalah ketika 31 juta botol produk obat sakit kepala Tylenol ditarik pada 1982 (sebelum diminta oleh lembaga terkait). Produsen segera memberikan tablet pengganti secara cuma-cuma," ujar staf penulis Peter Gareffa dalam Edmunds.com ketika membahas kampanye penarikan produk.

Pada tahun-tahun belakangan ini, sejumlah produsen pun telah mengadakan kampanye penarikan karena persoalan airbag Takata. Konsumen diimbau untuk membawa mobil mereka ke bengkel resmi, seperti dilakukan oleh Toyota-Astra Motor, distributor kendaraan Toyota di Indonesia.

Sambil mengirimkan surat secara personal kepada para pemilik, Toyota Astra Motor mengadakan Toyota Campaign 3P (Pastikan, Periksa, Perbaiki).

Mereka membuka pusat komunikasi di nomor telepon 1-500-315 atau situs www.toyota.astra.co.id/ssc, di samping juga mempersilakan para konsumen untuk mendatangi bengkel resmi terdekat untuk mendapatkan penggantian suku cadang inflator atau peletup airbag secara gratis.

Hal tersebut melanjutkan langkah pertanggungjawaban dari Takata sendiri yang menggenjot produksi perangkat pengganti inflator dari ratusan ribu unit secara normal menjadi lebih dari satu juta unit dalam sebulan.

Baca: Menilik Cerita "Airbag" Takata yang Celakakan Ratusan Orang...

Dengan adanya langkah kampanye seperti yang dilakukan Toyota, publik pun dengan bijak bisa memeriksakan kendaraannya.

Dengan begitu pula, para pengguna mobil bisa tetap aman dalam siklus perkembangan otomotif yang terus bergulir hingga kini dan masa mendatang.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisDimas Wahyu
EditorDimas Wahyu
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM