Senin, 22 Desember 2014

Otomotif


Mazda VX-1 Rp 200 juta, Siapa Mau?

Senin, 04 Februari 2013 | 14:13 WIB
|
Share:
  • Sumber : indianautoblog.com & KompasOtomotif | Author : -

    Mazda VX-1, Suzuki Ertiga berganti logo dan gril dan pengajuan TPT VX-1 kepada Kementrian Perindustrian

  • Sumber : Suzuki & indianautoblog & idhuy | Author : -

    Perbedaan wajah Suzuki Ertiga dengan Mazda VX-1. Kanan bawah, usul Idhuy agar VX-1 memberi kesan lebih wah!

KompasOtomotif - Sebagian orang menilai, cara Mazda mendapatkan produk atau model baru dengan mengubah emblem Suzuki Ertiga menjadi Mazda VX-1, cukup pintar. Dengan tersebut, Mazda tidak perlu mengeluarkan biaya dan waktu untuk pengembangan produk! Termasuk ujicoba serta mencari komponen baru dan pemasoknya.

Pertanyaan yang muncul, apakah Suzuki membiarkan Mazda menjual produknya dengan harga yang sama tanpa harus mengeluar usaha dan biaya ekstra seperti yang dijelaskan di atas? Apakah Suzuki  bersedia hanya sebagai “tukang jahit”, memasok produk ke Mazda dengan mengandalkan “brand image”?

Prinsipal
Suzuki dan Mazda Indonesia, ketika dicecar wartawan soal produk kolaborasi tersebut, lebih banyak tutup mulut. Kedua prinsipal di negara asalnya, Jepang, sampai sekarang juga belum mengeluarkan pernyataan resmi kerja sama untuk produk yang dipasarkan di Indonesia.


Sementara foto yang bocor ke dunia maya, menurut indianautoblog  adalah hasil “forward” Rakhmat Widya Pratama dari Ertigaclubindonesia.orgFoto memperlihatkan Mazda VX-1 sedangkan menjalani kontrol kualitas di perakitan Suzuki di Tambun, Bekasi.

Mazda sebenarnya sudah mengajukan TPT untuk VX-1 ini sejak 7 November tahun lalu ke Kementerian Perindustrian  (http://tpt-online.kemenperin.go.id/otomotif_pub/status.php). Tidak banyak yang memperhatikan dan baru heboh setelah fotonya muncul.

Kolaborasi
Suzuki sebenarnya pernah berkolaborasi produk dengan produsen lain, yaitu Mitsubishi yaitu APV dengan  Maven. Hasilnya, karena harga Maven lebih mahal, sekarang tenggelam. Padahal kedua produk menggunakan mesin yang berbeda.

Hal yang sama, juga pernah dilakukan Isuzu dan Mitsubishi dengan Isuzu untuk produk komersial, yaitu L300 pick up dengan Bison: bodi sama namun mesin beda. Hasilnya, juga gagal karena persyaratan yang harus dipenuhi Isuzu dari prinsipal. harganya harus lebih mahal dari Mitsubishi (sekaitar Rp 10 juta).


Produk,kolaborasi yang masih berjalan antara Suzuki dan Mitsubishi adalah Carry Futura pikap dengan Colt 120SS. Kendati demikian, mesin tetap berbeda untuk mesin. Malah Mitsubishi bisa menjual dengan harga lebih kompetitif!

Toyota dan Daihatsu
Upaya Mazda “mendompleng” Suzuki Ertiga, membuat orang menghubungkan kerjasama ini dengan keberhasilkan kolabarasi antara Toyota dan Daihatsu. Kebetulan, kedua perusahaan atau merek ini berada dalam satu kelompok, baik di Jepang maupun di Indonesia, Toyota Motor Corp. dan PT Astra International Tbk. Kedua produsen tidak hanya sukses dengan Avanza-Xenia, juga Rush-Terios,  menyusul Agya dan Ayla.

Toyota dan Daihatsu mengembangkan produknya secara bersama-sama dari awal, termasuk menentukan desain dan spesifikasi teknis (kendati lebih banyak dikerjakan oleh para ahli Daihatsu). Kedua merek lantas membentuk segmen konsumen yang berbeda.

Bagi konsumen yang cenderung pada “brand image” dan layanan luas, akan memilih Toyota kendati untuk itu harus membayar lebih mahal. Sementara konsumen yang memperhitungkan harga dan fungsional, memilih Daihatsu.


Nah, bagaimana dengan Suzuki Ertiga berlogo Mazda dan berbeda gril? Sumber KompasOtomotif memperkirakan, bila menggunakan logo Mazda, harga MPV 7-penumpang itu akan menjadi Rp 200 juta!

Maukah konsumen Indonesia membayar semahal itu, sementara tersedia pilihan yang lebih murah? Misalnya Suzuki Ertiga merek lain seperti Avanza-Xenia? Bahkan, dalam waktu dekat saingan baru muncul, yaitu Chevrolet Spin.


Membayar MPV 7-penumpang untuk level entry uang Rp 175 juta, (Ertiga termahal Rp 172, 800 juta), konsumen akan pikir-pikir bila tidak memperoleh nilai tambah sesuai dengan yang diharapkan. Sejauh ini belum ada informasi, apakah Mazda menambahkan pelek dengan model dan ukuran khusus, termasuk ban dan sebagainya.

Inspirasi
Kendati demikian, berita kemunculan Mazda VX-1 hanya dengan mengganti logo dan gril Ertiga, juga memberi inspirasi kepada beberapa modifkator digital Indonesia. Munculah usul dari Iswahyudi Hanifiah, (http://www.idhuy.deviantart.com/) mengubah gril untuk membedakan antara Ertiga dan Mazda VX-1. Untuk ini Idhuy - panggilan akrab Yudhi - merancang sarang lebah dengan bagian atas diberi garis tebal berlapiskan krom plus bentuk rumah lampu kabut yang juga berbeda.

Usul  boleh saja! Namun karena bentuk bumper depan berbeda sedikit, utamanya di bawah gril (Ertiga harisontal dan VX-1 versi Idhuy agak cekung), akan menambah biaya produksi untuk Mazda. Begitu juga dengan rumah lampu kabut. Kalau sudah begini bagaimana mau bersaing dengan Ertiga dengan harga yang lebih terjangkau dan jumlah produksi (juga penjualan) yang lebih banyak!

Sebagai informasi, dalam 10 bulan 2012, Ertiga yang dikirimkan Suzuki ke dealer (wholesales) mencapai 34.078 unit atau rata 3.400 unit per bulan!


Editor : Zulkifli BJ