Senin, 24 November 2014

Otomotif


Semester Kedua, Harga Mobil di Indonesia "Naik Hebat"

Penulis: Agung Kurniawan | Kamis, 11 Maret 2010 | 15:18 WIB
|
Share:
Sumber : - | Author : TOYOTA.CO.ID

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemberitahuan bagi konsumen otomotif di Indonesia. Pada semester kedua (Juli-Desember) 2010, harga mobil diperkirakan bakal "naik hebat". Pemicunya, permintaan baja di industri otomotif sangat besar (meningkat) sehubungan dengan kondisi pasar yang membaik.

Tingginya permintaan baja membuat beban produksinya ikut meningkat. Sekarang ini, pabrikan baja di dunia belum bisa memenuhi permintaan. Akibatnya, harga pun mulai merangkak di pasar internasional. Selain itu, pesanan dari China tidak diimbangi dengan produksi pasca-Imlek. (baca Kompas Cetak: Harga Baja Domestik Naik, 10/3/2010).

Harga minyak dunia pun sudah menyentuh 82 dollar AS per barrel. Kondisi ini juga ikut memberi pengaruh.

Sudirman Maman Rusdi selaku Vice Presiden Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menjelaskan, pihaknya mengaku sudah mendapatkan informasi bahwa akan ada kenaikan harga baja khususnya special steel (bahan baku mobil) yang diimpor dari Jepang. Kondisi ini menurutnya berpotensi mempengaruhi ongkos produksi.

"Saya dapat informasi dari Jepang, naiknya (baja) antara 150 dollar AS dan 200 dollar AS per metrik ton. Dari posisi sekarang ini, antara 650 dollar AS dan 700 dollar AS per metrik ton, ada kenaikan sekitar 25 persen," ujar Sudirman kepada Kompas.com, Rabu (10/3/2010) malam.

Menurutnya, kenaikan itu diperkirakan akan terjadi mulai April hingga Juni mendatang. Saat harga itu naik, dampak terhadap harga jual baru akan terjadi setidaknya pada semester kedua tahun ini.

"Kenaikan masih belum bisa diprediksi berapa. Kalau masih bisa dikonversikan dengan penurunan rupiah, ya tak naik. Kalau sebaliknya, mau tak mau harus naik. Ini yang masih simpang siur," papar Sudirman yang juga Direktur PT Astra International Tbk membawahi pabrikan.

Saat ini ADM merupakan produsen mobil lokal terbesar di Indonesia dengan target kapasitas produksi mencapai 250.000 unit pada tahun ini. Bahkan, mereka terus menyuntikkan investasi baru senilai Rp 250miliar  untuk meningkatkan kapasitas produk terpasang hingga 286.000 unit pada tahun depan.


Editor : Bastian