Perawatan Kopling Diafragma Honda Blade - Kompas.com

Perawatan Kopling Diafragma Honda Blade

Kompas.com - 26/05/2009, 05:45 WIB

KOMPAS.com — Buat pemilik Honda Blade, Revo 110, dan Yamaha Vega ZR, sebagai informasi, kopling pegas diafragma bukan pakai per spiral seperti terlihat pada rumah kopling generasi sebelumnya. Namun, pegas itu dari lempengan pelat baja dengan bentuk lingkar dalam melengkung.

Boleh dibilang, teknologi ini masuk kategori lawas dan dipopulerkan kembali oleh dua merek sekaligus. Hanya, ada anggapan kalau kopling model per diafragma kurang kuat dan susah perawatannya, bahkan untuk mencari per aftermarket atau ingin meningkatkan performa, hal itu termasuk paling sulit.

"Kalau soal perawatan, baik kopling per spiral, maupun diafragma sama saja caranya sebab kemampuannya tergantung dari ketebalan dan kinerja kampas dan pelat kopling itu sendiri," ungkap Haryadi Wijaya, Technical Support Division PT Astra Honda Motor (AHM).

Akan tetapi, kalau dibilang tidak kuat dibanding per spiral, menurut Haryadi, hal itu salah. Justru, menggunakan per diafragma, daya cengkeram kampas dengan pelat kopling makin sempurna. Hal ini karena pegas mirip piring kecil, lebih halus dan rata menekan dibanding hanya bertumpu pada bagian ke-4 dan ke-6 per spiral.

Selain itu, kopling sistem ini mampu mengurangi gesek dan memperingan putaran kopling karena kampas hanya tiga lembar sehingga tidak menimbulkan banyak gejala selip. Wajar bila sistem diafragma lebih smooth karena karet peredam entakan yang dipasang antara gigi sekunder dan rumah kopling lebih banyak.

"Otomatis, pakai kopling sistem ini bukan cuma harga motor dan part yang jadi murah. Daya tahan kampas dan pelat kopling pun jauh lebih awet dibanding per kopling spiral," imbuh Haryadi.

Walau tahan lebih lama, untuk mengetahui, apakah kemampuan kampas dan pelat sudah mulai turun, caranya tidak jauh beda. Diukur dengan menggunakan sigmat atau merasakan turunnya tenaga motor saat jalan.

Namun, sebelum memvonis itu, ada baiknya lakukan seting ulang stut kopling. Setelannya ada di bak kopling. Caranya, sama dengan bebek pakai per spiral.

Cukup kendurkan mur pengunci baut setelah kopling pakai kunci ring 14 ke kiri. Terus putar baut penyetel ke kanan (searah jarum jam) hingga terasa ada sentuhan. Lalu, putar kembali ke kiri hingga mentok sampai terasa dan berhenti. Baru, putar kembali baut penyetel ke kanan sebanyak 1/4-1/8 putaran dan kencangkan mur pengunci.

"Andai baut penyetel sudah di-setting sesuai petunjuk, tetapi tidak ada perubahan, artinya pegas diafragma mulai lemah dan sudah waktunya diganti," ujar Haryadi. (Eka)

Editor

Terkini Lainnya

Bersiap Sambut Motor ”Adventure” Murah BMW

Bersiap Sambut Motor ”Adventure” Murah BMW

News
Lelang Mobil Koruptor Ludes dalam 90 Menit

Lelang Mobil Koruptor Ludes dalam 90 Menit

News
Transaksi Lelang Kendaraan Koruptor Tembus Rp 3 M

Transaksi Lelang Kendaraan Koruptor Tembus Rp 3 M

News
Penantang BMW G310R dari China

Penantang BMW G310R dari China

Produk
Toyota Kenalkan Corolla yang Lebih Sporty

Toyota Kenalkan Corolla yang Lebih Sporty

Produk
Mobil dan Motor Koruptor Laris Manis

Mobil dan Motor Koruptor Laris Manis

News
Pertamina Nempel di Lamborghini Huracan Super Trofeo

Pertamina Nempel di Lamborghini Huracan Super Trofeo

Sport
Toyota Voxy Jadi Ikon Penggoda Orang Jatim

Toyota Voxy Jadi Ikon Penggoda Orang Jatim

News
Sepeda Motor Bebek Makin Sepi Peminat

Sepeda Motor Bebek Makin Sepi Peminat

News
Honda Scoopy Jauh Tinggalkan Yamaha Fino

Honda Scoopy Jauh Tinggalkan Yamaha Fino

News
Hyundai Mau Membeli FCA?

Hyundai Mau Membeli FCA?

News
Mobil Koruptor Dilelang Siang Ini

Mobil Koruptor Dilelang Siang Ini

News
Mitsubishi Masih Andalkan Xpander di Pameran Surabaya

Mitsubishi Masih Andalkan Xpander di Pameran Surabaya

News
Menegangkan, Detik-detik Mobil Tertabrak Kereta (Video)

Menegangkan, Detik-detik Mobil Tertabrak Kereta (Video)

Feature
50 Diler Wuling Terlambat Beroperasi

50 Diler Wuling Terlambat Beroperasi

News
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM