Minggu, 26 Oktober 2014

Otomotif


Saringan Bensin, Tidak Sekadar Memisahkan Kotoran

Penulis: | Senin, 25 Februari 2008 | 09:24 WIB
|
Share:
Sumber : - | Author : -

SERING terjadi, mobil yang menggunakan karburator tiba-tiba mobil berjalan tersendat-sendat. Padahal busi, platina, kondensor, semuanya dalam keadaan bagus. Tetapi, mengapa mobil berjalan tersendat-sendat, tidak mulus?

***

KITA sering lupa, untuk "memuluskan" jalannya mobil, kondisi bensin juga harus "mulus". Artinya, bensin yang dikonsumsi oleh karburator untuk pembakaran, harus bebas dari kotoran. Selama ini, bensin dari tangki bisa saja mengandung kotoran atau air. Kotoran atau air ini, bila terbawa ke dalam karburator, bisa menimbulkan penyumbatan, sehingga kerja mesin bisa tersendat-
sendat, atau bahkan tidak bisa hidup sama sekali.

Di sinilah diperlukan saringan bahan bakar. Saringan bahan bakar ini bertugas memisahkan kotoran dari bensin, sehingga penyumbatan pada karburator dapat dicegah. Karena itu, menurut aturan yang sudah ditetapkan oleh pabrik, benda yang terbuat dari plastik ini harus diganti secara periodik, umumnya setelah kendaraan berjalan 10.000 km.
                                                 
Cara kerja
Saringan bensin, biasanya ditempatkan sebelum pompa. Pada prinsipnya, bensin sebagai sumber panas yang diubah menjadi energi, berasal dari tangki, dialirkan melalui pipa, kemudian disaring oleh saringan bahan bakar, kemudian dipompa dan disalurkan ke karburator.

Di karburator, bensin dicampur udara untuk menjadi panas yang nantinya diubah menjadi energi. Pada mobil-mobil tertentu, sisa bensin yang tidak habis digunakan pada karburator akan balik lagi ke tangki bensin. Bensin yang kembali ke tangki juga berfungsi untuk mendinginkan. 

Lantas apa yang dilakukan saringan bahan bakar terhadap bensin yang datang dari tangki? Bensin dari tangki masuk ke bagian luar elemen, kemudian menuju lubang tengah untuk keluar. Kotoran dan air yang terbawa bensin, karena sifatnya lebih berat, akan tertahan di bagian bawah pada bak saringan. Setelah digunakan agak lama, kotoran akan menumpuk pada bak saringan ini, yang pada akhirnya akan mengganggu saluran bensin yang akan dipompa untuk dialirkan ke karburator. Bila ini terjadi, tidak mengherankan bila jalan mobil terasa tersendat-sendat.
                                                 
Cara mengganti
Karena terbuat dari plastik dan tempatnya yang begitu mudah ditemukan, cara mengganti saringan bahan bakar, tidaklah terlalu sulit. Pertama-tama, lepaskan klem slang bensin dari pipa. Dengan tang, klem dikembangkan, dan ditarik keluar dari pipa saringan. 

Kedua, lepaskan saringan bensin dari pemegangnya dan tarik slang keluar. Panah yang terdapat pada saringan bahan bakar menunjukkan arah aliran bensin. Karena itu, jangan sampai keliru.  Ada baiknya, diperhatikan benar, mana slang untuk pipa masuk, dan mana slang untuk pipa keluar. Pipa keluar ini, sekali lagi, biasanya ditandai dengan panah. Setelah itu, saringan bahan bakar yang lama ditarik dari klem pengikat. 

Untuk memasang kembali, hubungkan slang ke saringan yang baru, sesuai urutan. Slang untuk saluran masuk, disambungkan ke pipa masuk, dan slang untuk membawa bensin ke pompa - sebelum diteruskan ke karburator - disambungkan ke pipa keluar (ada tanda panah).

Kemudian, pasang kembali saringan pada klem pengikatnya, dan tempatkan klem penjepit slang pada tempatnya. Cara mengganti saringan bahan bakar ini begitu mudah dilakukan, sehingga Anda bisa melakukan sendiri, tanpa harus meminta bantuan orang lain. Untuk beberapa jenis mobil, seperti Suzuki Jimny, saringan bensin umumnya ditaruh di bawah mobil, tidak jauh dari tangki bensin. Sementara untuk mobil-mobil seperti Toyota Kijang, Starlet, Daihatsu dan sebagainya, saringan bensin terletak tidak jauh dari karburator. Selamat mencoba.

Sumber: Teknik-teknik Servis Dasar Toyota


Editor :