Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Konten Truk Oleng, Hobi yang Sangat Berbahaya

Kompas.com - 23/02/2025, 14:21 WIB
Janlika Putri Indah Sari,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Konten video truk yang melakukan manuver berbahaya atau kerap disebut truk oleng sering menjadi perbincangan di media sosial.

Dalam video tersebut, truk bahkan kerap melaju secara ugal-ugalan di jalan raya demi kesenangan semata.

Ironisnya, truk tersebut juga terlihat membawa barang bawaan yang melebihi kapasitas, alias Over Dimensi dan Overloading (ODOL).

Aksi ini tentu tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga orang lain, termasuk para pengendara motor yang berada di sekitar truk yang merekam aksi ugal-ugalan tersebut.

Baca juga: Bahaya, Ini Efeknya Siram Air ke Kampas Rem Motor Saat Touring

Amirulloh, Direktur Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, mengatakan bahwa dirinya sangat menyayangkan sopir truk yang kerap berkendara sambil membuat konten untuk media sosial.

Sebab, hal itu sangat berbahaya dilakukan saat berkendara.

"Saat ini banyak sopir punya akun media sosial. Sambil berkendara bikin konten. Jadi berkendara jadi tidak fokus. Dan ini berbahaya," katanya pada acara talk show dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) di IIMS 2025, Sabtu (22/2/2025).

Baca juga: GAC International Ingin Indonesia Jadi Basis Ekspor Aion

Amir mengatakan, meski truk tersebut sudah sangat bagus dan canggih, namun akan tetap berbahaya bila sopir tidak fokus saat berkendara.

Bahkan, ada juga yang abai dengan keselamatan berkendara demi bisa mendapatkan konten yang bagus.

Hal ini tidak bisa dianggap sepele, sebab berpotensi menyebabkan kecelakaan.

"Sebagus apapun kendaraannya, kalau berkendara tidak tepat maka sangat berbahaya. Maka dari sisi pengemudi juga harus punya kesadaran penuh untuk berkendara dengan bijak," katanya.

Menurut Amir, mengendarai truk tidak boleh sembarang orang.

Sebab, harus ada pengalaman yang mumpuni dalam membawa kendaraan besar.

Dengan begitu, secara kemampuan dan mental, sopir sudah sangat siap untuk mengendarai truk.

Oleh karena itu, sebaiknya harus ada proses melewati beberapa tingkatan untuk menjadi sopir truk yang profesional.

Maka bisa dimulai dari membawa truk kecil dulu, truk sedang, lalu truk besar dan seterusnya.

Jangan sampai meloncat tingkat, misalnya dari belajar membawa truk kecil langsung mengendarai truk besar seperti tronton.

"Jangan sampai kalau dia biasa bawa truk kecil langsung ke truk besar. Maka cara dia berkendara dan mengambil keputusan cenderung belum matang," kata Amir.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Komentar
pertanyaannya : truk oleng itu punyanya si sopir atau punya orang lain ???
 
Pilihan Untukmu
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Otomotif

Keunggulan Chery Super Hybrid CSH, Diklaim Tembus 76 Km/Liter

api-1 . NEXT-READ-V2
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Brandzview

Nunggu Beduk Magrib Lebih Berwarna, DANA Hadirkan NGABUBURICH dengan Hadiah hingga Rp 850 Juta

api-1 .
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Otomotif

Chery Tiggo 8 CSH: Pesaing Toyota Kijang Innova Zenix

api-1 . NEXT-READ-V2
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Prov

Link Live Streaming Australia vs Indonesia, Siaran Langsung RCTI Plus, Kick Off 16.10 WIB

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Food

Kronologi Rendang Sapi 200 Kilogram Willie Salim Hilang Saat Dimasak Meski Dijaga Polisi

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

News

RUU TNI Sah Jadi Undang-Undang, Ini Poin-poin Perubahannya

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Brandzview

Agar Khusyuk Ibadah dan Anti-Boros, Siapkan Jadwal Imsakiyah dan Bijak Rencanakan Keuangan

api-1 .
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Deretan Artis Klarifikasi Usai Namanya Masuk Daftar Boikot

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Tren

Indonesia Vs Bahrain Tayang di TV Mana? Berikut Jadwal dan Link Live Streaming-nya

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Prov

Link Live Streaming Indonesia vs Bahrain di RCTI Malam Ini, Kickoff Pukul 20.45 WIB

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Hype

Kediaman Baim Wong dan Paula Verhoeven Diperiksa Pihak Pengadilan Agama Jakarta Selatan

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Prov

Pendaftaran PINTAR BI Hari Ini Dibuka Pukul 09.00 WIB, Ini Tips War di pintar.bi.go.id

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Regional

Beberapa Jam Dibuka, Pemutihan Pajak Kendaraan di Samsat Jabar Rp 10 M

api-1 . POPULAR-INDEX
Konten disembunyikan.
Muat ulang halaman untuk perbarui rekomendasi.

Tren

Penukaran Uang Baru Dibuka Lagi Hari Ini Pukul 9.00 WIB, Klik Pintar.bi.go.id

api-1 . POPULAR-INDEX


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
China Minta AS Cabut Perintah Terkait Minyak Asal Venezuela
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau