Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keunikan PO Raya dengan Bangku Bekas Pesawat, Sudah dari 1980-an

Kompas.com - 25/01/2023, 08:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PO Raya merupakan operator bus yang punya keunikan pada kenyamanan penumpang, yakni memakai bangku bekas pesawat di kabinnya.

Walaupun saat ini sudah banyak model bangku bus yang modern dan nyaman, PO Raya tetap setia menggunakan bangku bekas pesawat. Bahkan hampir 90 persen bus yang beroperasi menggunakan bangku tersebut, bukan kursi bus biasa.

Santo, Mekanik yang bekerja di PO Raya selama lebih dari 60 tahun mengatakan, PO Raya memang sejak lama menggunakan bangku pesawat yang bekas, diambil dari berbagai model.

Baca juga: Perbandingan Kursi Pesawat Bus PO Raya dengan Kursi Standar

Kabin bus AKAP PO Raya dengan bangku bekas pesawatKOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI Kabin bus AKAP PO Raya dengan bangku bekas pesawat

"Pakai bangku pesawat dari tahun 1984, sudah rintis pakai bangku (pesawat). Waktu itu kelasnya cuma Eksekutif 28 seat, kira-kira di 1986 ada Super Top yang memakai bangku lebar, bekas (pesawat) DC10," ucap Santo kepada Kompas.com di Solo belum lama ini.

Saat ini, kelas layanan PO Raya ada beberapa tingkatan. Paling rendah adalah Junior Eksekutif 34, Executive 28, Executive 24, dan Super Top jadi yang paling tinggi dengan cuma diisi 20 bangku bekas pesawat.

"Kalau yang sekarang, pakai bangku pesawat lain seperti Batik, Lion, yang kecil-kecil untuk tempat duduk 36 atau 30," kata Santo.

Baca juga: Tujuan Tuas Transmisi Matik Tetap di D Saat Mobil Melewati Tanjakan

Pemilihan bangku bekas pesawat ini juga ada alasannya, yakni demi kenyamanan penumpang. Santo bilang, bentuk bangku pesawat dirasa lebih ergonomis menopang tubuh penumpang, jadi lebih nyaman.

"Kalau (bangku) pesawat itu lebih enak untuk anatomi tubuh. Lalu bahannya juga enggak panas untuk bus malam," ucap Santo.

Menurutnya, secara model memang bangku bekas pesawat ketinggalan zaman dari bangku bus sekarang yang modern. Tetapi, bangku yang dipakai PO Raya diklaim lebih adem saat diduduki semalaman.

"Kalau pesawat itu (bangkunya) setahu saya busanya lain. Itu dari kainnya saja enggak pernah luntur (warnanya), dari 1984 sampai sekarang sama, sudah dicuci berapa kai tetap seperti itu," ucapnya.

Redaksi juga mencoba menaiki bus PO Raya dari Solo sampai ke Bogor. Selama 10 jam lebih perjalanan, bangku bekas pesawat ini memang terbilang nyaman dan empuk, untuk adem sebenarnya relatif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.