Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fenomena Pengendara Motor Ugal-ugalan di Jalan

Kompas.com - 02/01/2023, 18:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sering ditemui pengendara motor yang melakukan aksi wheelie atau kebut-kebutan di jalan raya. Fenomena ini sering ditemui, baik di perkotaan maupun jalan pedesaan, ada saja yang atraksi.

Biasanya, kalau diperhatikan para pelakunya masih remaja, belum terlalu tua usianya. Mereka dengan bangga merekam dan mengunggah aksinya ke media sosial, merasa dirinya keren sudah melakukan aksi tersebut.

Menanggapi fenomena tersebut, Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana mengatakan, para pelaku tersebut masih ingin mengeksplor keterampilannya, jadi tidak peduli pada risiko yang bisa terjadi.

Baca juga: Pengendara Motor Cuek Lawan Arah, Ternyata Kena ETLE Mobile

Puluhan ABG pelaku balap liar di kawasan Masjid Islamic Centre diamankan PolisiDok.Polres Tarakan Puluhan ABG pelaku balap liar di kawasan Masjid Islamic Centre diamankan Polisi

"Bagi mereka, yang penting puas terhadap apa yang dilakukan. Fenomena ini terjadi karena kurangnya pemahaman dalam berkendara yang aman," ucap Agus kepada Kompas.com, Senin (2/1/2023).

Selain itu, pemahaman soal keselamatan berkendara ini tidak dilakukan secara akademis atau lewat pendidikan. Padahal, banyak korban dari kecelakaan karena ketidaktahuan soal berkendara dengan aman.

"Mereka juga jalan dengan kelompok atau teman-temannya, sehingga seperti ingin adanya pengakuan kalau yang dilakukannya tidak bisa orang tiru. Biasanya ego dari pengendara dengan usia dini ini sangat tinggi," kata Agus.

Baca juga: Sama-sama Punya Honda WR-V, Apa Bedanya Versi India dan Indonesia


Sebenarnya, pihak kepolisian punya peran besar dalam memberi pemahaman soal keamanan berkendara. Tapi sayang, apa yang sudah dilakukan pihak terkait masih belum terlihat berdampak.

"Kepolisian bisa datang ke sekolah secara teratur, lalu melakukan campaign di jalan. Bisa juga dengan melakukan tindakan pencegahan langsung dengan operasi di jalan raya," ucap Agus.

Menurutnya, mengurangi kecelakaan dengan menindak aksi ugal-ugalan masih sulit dilakukan, apalagi jika sendiri. Pihak kepolisian harus turut menanganinya, bahkan dari hulu atau pendidikan berkendara dengan aman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.