Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/11/2022, 18:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Sepeda motor listrik menjadi salah satu kendaraan yang sedang naik daun Indonesia. Bahkan, berbagai merek motor listrik kian bersaing ketat dalam menarik perhatian pasar. Konversi motor listrik juga kini jadi alternatif untuk mendukung populasi motor listrik.

Korlantas Polri Irjen Pol. Firman Santyabudi jika pihaknya sangat siap dan mendukung secara administrasi untuk penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.

Baca juga: Rifat Sungkar Gandeng Off Roader Julian Johan di AXCR 2022 Thailand

Hanya saja, Korlantas masih menunggu arahan dari Moeldoko selaku Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO) tentang penggunaan nomor seri kendaraan listrik untuk digunakan pada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). 

“Tinggal nanti kita minta informasi dari pak Moeldoko ketika pergantian baterai apakah nanti baterainya akan ada nomor serinya. Atau nanti motornya ada nomor serinya agar nanti disebutkan di STNK sebagai pernyataan kepemilikan,” kata Firman pada acara Electric Vehicle – Funday yang disiarkan dari instagram Kementerian Perhubungan RI @kemenhub151.

Menurut Firman, nomor seri dari kendaraan pada STNK sangat penting. Hal tersebut agar menjadi bukti jika kendaraan tersebut tidak terdaftar sebagai kendaraan curian.

Dukungan lainya untuk kendaraan listrik dari Satlantas yaitu di Polda Metro Jaya kini sudah lebih dari 50 kendaraan yang di konversi bekerjasama dengan Kementerian ESDM. 

Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Kepala Staf Kepresidenan Indonesia Moeldoko konvoi motor listrik di Jakarta, Minggu (20/11/2022). Doc. Kementerian ESDM Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Kepala Staf Kepresidenan Indonesia Moeldoko konvoi motor listrik di Jakarta, Minggu (20/11/2022).

Baca juga: Versi Hybrid Meluncur, Harga Innova Diesel Generasi Ke-3 Masih Tinggi

“Polri secara umum sering hadapi tawuran antar kampung karena knalpot bising. Kalau kendaraan listrik itu senyap, jadi warga tidak tergantung dan tidak marah­-marah. Kemudian, kedepannya anggota saya yang selama ini bertugas dilapangan akan sehat tidak keracunan dari dampak emisi kendaraan,” kata Firman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.