Kompas.com - 18/11/2022, 11:22 WIB

SEMARANG,KOMPAS.com - Populasi mobil manual di jalan Indonesia masih cukup dominan seiring terus meningkatnya popularitas mobil matik sejak beberapa tahun terakhir. 

Banyak merek mobil yang tetap menjual mobil transmisi manual karena konsumen menyukai kendaraan dengan perawatan mudah dan punya durabilitas lebih terjamin.

Mobil manual dianggap tahan banting karena model sistem transmisi yang dibuat dengan komponen yang lebih minim. 

Pertimbangan selanjutnya karena bujet perawatan beberapa tahun kedepan diprediksi jatuhnya bisa lebih ekonomis. Hal itu bahkan menyangkut perhitungan biaya perbaikan besar jika sampai terjadi. 

Lantas apakah memang kenyataannya seperti itu? 

Kepala Bengkel Nissan Setyabudi Semarang Andika Herda Permana menjelaskan, kalkulasi perhitungan biaya perawatan transmisi mobil matik dan manual sebenarnya sama saja. 

"Sama-sama bicara penggunaan kendaraan selama 5 tahun, jika pakai rumus perhitungan rinci, jatuhnya tidak beda jauh walau ada selisih. Bisa dipelajari dari pergantian oli transmisi sesuai jadwal, kelihatannya mobil matik banyak dianggap perawatan mahal, padahal jika mau diteliti hasilnya imbang, sama saja," kata Andika kepada Kompas.com, Kamis (17/11/2022). 

Baca juga: Unit Terbatas, Mobil Bekas Toyota Mark X Dijual Rp 270 Juta

Itu baru perawatan umum, beda lagi jika membahas penyakit-penyakit karena kebiasaan buruk berkendara. Masalah ini, mobil transmisi matik sedikit lebih unggul, hal tersebut dijawab tuntas oleh pemakaian yang lebih ramah untuk pemula. 

Mobil manual memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi, risikonya jadwal pergantian kampas kopling relatif cepat dari jadwal. Pengemudi dituntut menguasai penggunaan gigi transmisi dan kopling karena kesalahan tersebut berdampak usia pakai plat kopling. 

Kampas kopling Dicky Aditya Wijaya Kampas kopling

"Kadang-kadang banyak kasus mobil baru kampas kopling habis, pengoperasian mobil manual lebih sulit terutama untuk pemula karena penguasaan materi mengemudi harus berpatokan penggunaan tiga buah pedal yaitu gas, rem, dan kopling. Jika sesuai jadwal harusnya ganti kampas kopling setiap 15.000 - 20.000 kilometer," kata dia. 

Meskipun demikian, jika membahas perbaikan besar transmisi manual memang sedikit lebih terjangkau. Karena, mobil matik membutuhkan biaya overhaul transmisi yang cukup menguras kantong sebabnya harga komponen-komponen utama cenderung lebih mahal. 

Baca juga: Rawan Kecelakaan, Begini Cara Aman Berkendara Saat Hujan di Jalan Tol

"Kampas kopling matik harganya bisa dua kali harga kampas kopling mobil manual, hanya saja durasi pemakaiannya bisa lebih lama, sekitar 5-7 tahun," ucapnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.